0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ricuh, Massa Bakar Gerbang Pemkab Boyolali

Demo petani tembakau di Pemkab Boyolali ricuh dan anarkhis, Rabu (30/1). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Aksi ribuan petani tembakau dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali menuntut pencabutan PP Nomer 109 tahun 2012 berlangsung rusuh. Massa nekat membakar gerbang Pemkab Boyolali dengan menggunakan tembakau lintingan raksasa.

Aksi ini mendapat respons petugas jajaran Polres Boyolali, Kodim dan Satpol PP yang berusaha memadamkan. Upaya petugas memadamkan api membuat massa marah dan melempari petugas dengan genting dan botol air mineral. Beruntung sebelum aksi massa benar-benar anarkis, emosi massa berhasil diredam.

Sebelumnya ribuan petani tembakau dari berbagai wilayah, Selo, Ampel, Musuk, Cepogo, Sawit, Mojosongo, dan Banyudono mendatangi Pemkab Boyolali. Mereka meminta bupati untuk mendukung tuntutan mereka agar pemerintah mencabut PP No. 109/2012 tentang zat adiktif dalam tembakau.

Dalam orasinya, mereka mengaku dirugikan dengan disahkannya PP No. 109 tersebut, karena mengancam kehidupan petani, terutama petani tembakau di Lereng Merapi-Merbabu yang sangat bergantung dengan tanaman tembakau.

“Kalau tembakau dihapus, maka perjudian dan tindak kriminal akan marak,” ungkap salah satu orator.

Sementara dari hasil dialog dengan Bupati, seperti yang disampaikan Ketua DPRD, Slamet Paryanto, dihadapan massa, Boyolali tidak akan membuat Perda anti merokok dan akan menyampaikan dukungan petani dengan mengirimkan surat ke Pemerintah Pusat agar PP No. 109 dicabut.

“Dukungan akan dikirim langsung ke pusat dengan menyurati DPR RI bahwa Boyolali tidak akan membuat Perda Anti Merokok,” ungkap Paryanto yang disambut teriakan massa.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge