0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Remajakan 20 Unit Kendaraan

Perusahaan Taksi Tampil Kinclong dengan Armada Baru

ARMADA BARU-Barisan armada baru Kosti Solo yang siap dioperasikan menggantikan unit lama. Kosti Solo melakukan peremajaan kendaraan tiap 7 hingga 8 tahun sekali guna mendukung layanan konsumen (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Salah satu perusahaan taksi yang cukup mentereng di Kota Solo, Koperasi Sopir Taksi (Kosti) Solo terus berupaya tampil ‘kinclong’ di sektor jasa layanan angkutan darat. Guna memberi layanan prima bagi konsumen, perusahaan yang sudah cukup lama bermain di pasar Kota Bengawan inipun kembali meluncurkan 20 unit armada baru.

Dalam peremajaannya kali ini, dikatakan Ketua Kosti Solo, TB Marsudi, perusahaan menggunakan brand Toyota dengan menggandeng dealer otomotif Nasmoco sebagai agen pemegang merek. Serta bekerjasama dengan lembaga perbankan BPD DIY sebagai pendukung pembiayaan.

“Memang untuk peremajaan biasanya dilakukan tiap sepuluh tahun, tapi di sini kami perpendek jadi tujuh sampai delapan tahun sekali. Hal ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen,” ungkapnya kepada wartawan, seusai peluncuran armada baru di kantor Kosti Solo, Rabu (29/1).

Sejauh ini, operasional Kosti Solo didukung 195 unit armada dari berbagai varian seperti Toyota Limo, Toyota Avanza, Hyundai Avega dan Chevrolet. Dari jumlah itu masih ada 55 unit kendaraan lagi yang butuh peremajaan. Rencananya peremajaan akan kembali dilakukan pada 2014 mendatang untuk 30 unit armada.

Adapun nilai investasi yang digelontorkan Kosti Solo untuk meremajakan 20 unit armadanya kali ini, menurut manajer setempat, Peni Yunita Kardila Sari, berkisar antara Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar. Dengan langkah pembaruan ini, diharapkan bisa memberi kontribusi nyata bagi pendapatan perusahaan.

Kosti Solo sendiri menargetkan bisa mengerek pendapatan 20 persen lebih tinggi ketimbang capaian tahun sebelumnya. Adapun untuk saat ini, perusahaan taksi tersebut mampu menerima 2000 order hanya dari sambungan telepon, belum termasuk operasional di lapangan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge