0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akhirnya Buruh PT Lestari Farm dan Warga Berdamai

Sragen – Setelah cukup lama berseteru antara yang warga yang menghendaki PT Lestari Farm ditutup dengan para pekerja yang juga warga yang menghendaki PT Lestari Farm dibuka kembali, akhirnya kedua kelompok tersebut sepakat untuk berdamai.

Warga Dukuh Gemblak dan Guworejo, Desa Krebet, Kecamatan Masaran sepakat untuk berdamai dengan para buruh. Kedua belah pihak sepakat menyerahkan permasalahan tersebut kepada Pemkab Sragen untuk menyelesaikannya. Sementara para buruh yang semula ngotot agar kandang ayam tersebut dibuka kembali menjadi tanggung jawab PT Lestari Farm.

Kesepakatan antara keduanya di gelar di Masjid Al Hidayah, Dukuh Gemblak, RT 031/010, Krebet, Selasa (29/1). Penandatanganan surat kesepakatan disaksikan perwakilan buruh PT Lestari Farm sebanyak empat orang, tokoh masyarakat Dukuh Gemblak dan Guworejo, Kepala Desa (Kades) Krebet Haryanto, perwakilan Polsek Masaran dan Koramil Masaran.

Salah satu perwakilan buruh, Ruri Saponiyanto, menyatakan bersedia berdamai dengan warga Gemblak dan Guworejo. Atas nama buruh dia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada Pemkab Sragen. “Kami sudah sepakat berdamai dan menyerahkan urusan ini kepada Pemkab Sragen, apakah pabrik mau ditutup atau dibuka,”” kata Ruri ketika dihubungi wartawan, Rabu (30/1).

Sementara itu perwakilan warga Gemblak dan Guworejo, Handoko, juga menyatakan hal yang sama. Mereka sepakat tidak akan melakukan unjuk rasa lagi baik yang setuju atau tidak dengan penutupan PT Lestari Farm. Dia berharap kedua belah pihak tidak akan melanggar kesepakatan yang telah terjadi. “Saya harap semua warga mau menghargai kesepakatan damai ini,” ujar Handoko.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge