0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waterboom Nunggak Pajak, Pemkab Tak Berani Salahi Regulasi

Wonogiri — Meski pengelola Waterboom Gajah Mungkur sudah mengajukan surat permintaan keringanan atas pajak hiburan, Pemkab Wonogiri tidak bisa mengabulkannya. Penyebabnya, besaran pajak sudah diatur dalam regulasi.

“Regulasi mengenai pajak hiburan tidak bisa dirubah. Kami menetapkan 10 persen, dihitung dari karcis masuk. Dan hal itu menjadi kesepakatan antara pemkab dengan pengelola. Jadi, sudah menjadi tanggungjawab mereka (pengelola), ” kata Bupati Danar Rahmanto, di Pendopo Rumah Dinasnya, Rabu (30/1).

Sehingga, dirinya mendukung langkah DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) yang menerapkan keputusan tegas. Yakni, selalu menagih tunggakan pajak hiburan setiap bulannya ke pengelola Waterboom.

Terpisah, pengelola Waterboom Gajah Mungkur, Yoyok Martoyo mengaku keberatan dengan pajak hiburan yang harus disetor ke pemkab. Namun, di lain sisi, dirinya menyadari, hal itu sudah menjadi kewajiban sesuai perjanjian kerjasama dengan Pemkab.

“Makanya, kami minta keringanan. Sebab, terus terang pendapatan kami sangat minim. Malah bisa dikatakan nombok. Dilihat dari segi pengunjung, sangat sedikit alias sepi. Untuk menutup biaya operasional sangat kesulitan. Tapi kami sadar, itu kewajiban. Jadi bagaimanapun akan tetap dilaksanakan,” tutur Yoyok melalui telepon.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge