0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Guru Bahasa Indonesia Butuh Inovasi Pembelajaran

Solo — Para pendidik di Kota Solo harus mempersiapkan inovasi pembelajaran menghadapi kurikulum 2013. Terlebih pada pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Hal ini dinyatakan Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof.Dr.Andayani,M.Pd dalam seminar membahas Bahasa dan Sastra Indonesia di Gedung Pasca Sarjana UNS, Senin (28/1) kemarin.

Inovasi pembelajaran yang bisa diterapkan untuk kurikulum 2013, khusnya pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, seperti halnya penerapan model pembelajaran inovatif yang bisa diadaptasi.

Dalam hal ini perlu adanya penekanan dalam model pembelajaran model komunikatif, model produktif, model langsung, model partisipatori, model tematik, moel quantum, model interaktif, dan model kelompok kerja. “Masih banyak model pembelajaran inovasi bagi guru yang harus dikembangkan sesuai dengan perubahan penerapan kurikulum,” katanya.

Diterapkannya perombakan pada kurikulum 2013 ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang sudah dirintis sejak tahun 2004 silam. Hal yang melatarbelakangi adanya kurikulum 2013 karena output dari kurikulum 2006 yang masih perlu ada pembenahan.

Ditambahkannya, pada kurikulum 2006 masih terlihat bahwa konten kurikulum terlalu padat. Kurikulumnya juga belum sepenuhnya berbasis kompetensi, kurikulum belum domain terhadap sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Tak hanya itu saja kurikulum 2006 juga belum peka terhadap perubahan sosial.

“Standar proses yang semula terfokus pada aspek eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kini di dalam kurikulum 2013 dilengkapi dengan mengamati, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta,” jelas Andayani.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge