0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Makna Filosofis Kue Keranjang

TATA KUE KERANJANG-Seorang pelaku usaha kue keranjang menata jenis makanan khas Imlek tersebut di kawasan Sudiroprajan, Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo –  Menjelang Tahun Baru Imlek, kesibukan produsen kue keranjang sudah mulai terasa. Sejak pekan kemarin, perajin kue yang dalam bahasa China disebut Nian Gao itu sudah mulai kebanjiran order.

Dalam tradisi yang dilakukan oleh kaum Tionghoa ketika Imlek tiba, kue ini menjadi ikon tersendiri. Kue keranjang menjadi sajian khas, baik dalam peribadatan ataupun dibagikan kepada kerabat atau orang disekitarnya.

Lantas, apa sebenarnya makna filosofis dari kue keranjang? Untuk mengetahui hal tersebut, wartawan secara khusus berkunjung ke produsen kue keranjang yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam usaha tersebut. Susana (70), satu-satunya perajin kue keranjang dari Sudiroprajan, Kecamatan Jebres ini bercerita banyak mengenai makna filosofis kue keranjang.

“Kue keranjang mempunyai banyak makna filosofisnya, dan kami mempercayai secara turun temurun. Salah satunya, kue keranjang itu dibuat dari tepung ketan, yang notabene lengket. Maknanya, lengket itu menggambarkan persaudaraan yang erat dan menyatu,” kata wanita paruh baya ini pada wartawan, kemarin.

Rasa kue keranjang sangat manis, dengan perbandingan bahan antara tepung dan gula 1:1. Rasa manis atau enak ini diyakininya memiliki makna pengharapan bagi manusia supaya hidup mereka tambah manis dan enak.

Kue keranjang berbentuk bulat atau bundar, tanpa ujung di semua sisinya. Makna dari bentuk bulat ini melambangkan pesan kekeluargaan, tanpa merasa ada yang lebih penting dari yang lain dan tanpa batas akhir.

Selain itu, kue keranjang mempunyai tekstur yang kenyal. Dalam hal ini, kenyal memiliki makna sebuah keuletan, gigih dalam berjuang untuk meraih satu tujuan hidup.

Kue ini juga mempunyai daya tahan yang sangat lama. “Bisa bertahan lebih dari satu tahun,” terangnya. Menurutnya, hal ini melambangkan suatu hubungan kekerabatan yang abadi tidak akan berubah meski jaman telah berubah.

Proses pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu yang relatif lama. Waktu yang dibutuhkan untuk memasak kue keranjang di atas tungku rata-rata berkisar antara 11-12 jam lamanya. Lamanya proses memasak kue ini melambangkan kesabaran dan keteguhan dalam meraih cita-cita untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yang berimplikasi pada kenikmatan dan kepuasan akan hasil yang didapat.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge