0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Korupsi Pagar Sriwedari, Kejari Datangkan Saksi Ahli

Solo — Sriwedari dibalik ketenarannya menyimpan berbagai macam problema, salah satunya pembangunan pagar senilai Rp 960 juta yang menggunakan APBD tahun 2008. Pagar yang dibangun mengelilingi “bon rojo” ditengarai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Kita sedang melakukan penyidikan atas indikasi tindak pidana korupsi dalam pembangunan pagar senilai hampir 1 miliar rupiah tersebut,” ujar Kajari Solo, Ricardo Sitinjak didampingi Kasubag Pembinaan, Bima Suprayoga, Kasi Pidsus, Erfan Suprapto dan Kasi Intel, Donny Yuliantoro, saat ditemui di kantornya, Senin (28/1) siang.

Saat dikonfirmasi mengenai jumlah  kerugian negara dalam proyek yang dilaksanakan Dinas Tata Ruang Kota tersebut, Kajari enggan berkomentar lebih jauh. Meskipun demikian, Namun, dirinya mengisyaratka angin segar bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas pihak yang diduga bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Namun siapa dia, Kajari masih enggan membeberkan. Dia hanya mengutarakan dalam proyek yang ditenderkan ini, ada perencana, pemenang tender, pelaksana, dan pengawas.

“Di antara mereka, sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Dimana dalam pemeriksaan, sudah ada 12 saksi yang telah dimintai keterangan,” jelas Kajari.

Ricardo menambahkan, sebagai upaya membuktikan adanya dugaan penyimpangan anggaran, pihaknya mendatangkan saksi ahli.

”Saksi ahli yang berasal dari akademisi tersebut, kini sedang melakukan survei lapangan, untuk menghitung serta mengkaji proyek pembangunan pagar yang sudah berjalan,” tegas Kajari.

Dalam mengusut kasus dugaan korupsi tersebut, pihaknya belum melibatkan Tim Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng untuk menghitung jumlah kerugian negara.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge