0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wayang Kulit Diusulkan Jadi Ikon Wonogiri

(ilustrasi) Pergelaran wayang kulit (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — DPC PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Wonogiri kembali melontarkan gagasan yang terbilang kontroversial. Kali ini, PPP memberikan masukan supaya wayang kulit dijadikan ikon budaya Kota Sukses.

Gagasan yang dilontarkan PPP tersebut merupakan kali yang kesekian. Sebelumnya, dimunculkan ide pembentukan Perda (Peraturan Daerah) kewajiban baca tulis Alquran. Selanjutnya, usulan pemberian bantuan keuangan bagi guru ngaji di pelosok desa.

“Wayang kulit memang bukan hanya milik masyarakat Wonogiri, terlebih saat ini dalang kondang bukan berasal dari Wonogiri. Tapi landasan kami adalah wayang kulit itu tontonan yang juga berfungsi memberikan tuntunan. Artinya, sangat tepat jika dijadikan media pembelajaran, sosialisasi dan sebagainya. Dan hampir semua masyarakat Wonogiri suka wayang kulit. Tidak masalah jika disebut ikon budaya,” jelas Ketua DPC PPP Wonogiri, Anding Sukiman, Selasa (29/1).

Sebagai pembeda dengan wayang kulit dari daerah lain, dirinya menyatakan harus ada karakteristik khusus Wonogiri. Namun, tidak lantas menyalahi pakem. Seperti penyajian gending dan busana sinden yang lebih tertutup.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga) Mulyanto mengujarkan berdasarkan hasil penelitian dari LPM UNS Solo, seni Kethek Ogleng memiliki nilai paling banyak ketimbang seni lain. Atas dasar itu, Kethek Ogleng lebih ditonjolkan sebagai ikon budaya Wonogiri.

Kendati demikian, pihaknya justru memberikan penghargaan, ketika ada masyarakat yang memberikan usulan. Menurut dia, hal itu dikatakan perwujudan rasa peduli terhadap perkembangan seni budaya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge