0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UGM Ciptakan Mouse dan Keyboard Khusus Diifabel

Solo — Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menciptakan mouse dan keyboard  khusus bagi penyandang difabel, khususnya bagi tuna daksa yang tidak memiliki tangan dan kaki. Hardware tersebut dinamai dengan Diamond (Difabel Mouse and Keyboard) yang baru saja dilaunching di Ruang Serba Guna Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Dr Soeharso, Jebres, Selasa (29/1).

Diamond ini merupakan karya mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Industri Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. Alat ini dirancang sejak tahun 2011 saat mahasiswa UGM mengikuti ajang kompetisi tingkat Asia I-create 2011 selama tiga bulan di Bangkok. “lat ini kami rancang selama 1 tahun awalnya mouse dan keyboard ini dipisah. Lantas kami melakukan modifikasi ulang,” jelas Ketua Proyek Diamond, Helmi Andang Kurniawan.

Terobosan modifikasi yang dilakukan oleh 18 mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2008-2011 ini adalah mengintegrasikan keyboard dan mouse yang berbentuk touchpad sehingga bisa dikendalikan dengan jari kaki. Diamond ini memiliki ukuran 56,7 cm x 20 cm dengan tinggi 15 cm dan kemiringan 15 derajat.

Desain susuan keypad dibuat lebih sederhana, dalam satu keypad memiliki fungsi huruf, angka, simbol dan navigasi arah. Selain itu alat ini dibuat dengan rangka kayu dan dilapisi kulit antiair dengan bahan keypad dari akrilik. “Kita susun 32 tombol fungsional jadi ada beberapa pengurangan sekitar 16 tombol yang biasa dipakai pada umumnya,” jelas Rheza Adipratama, Senior Project Manager.

Ditambahkan, perancangan alat ini untuk memudahkan bagi difabel dalam mengoperasikan komputer. Pasalnya desain keyboard yang dipakai pada umumnya dirasa kurang nyaman dalam pemakaiannya.

Seperti halnya yang diakui Eko Sugeng dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM Seleman mengaku, kesulitan saat menggunakan keyboard yang ada di pasaran. “Sulit karena jarak tombol dengan tombol lainnya terlalu mepet. Saat mencoba alat Diamond merasa lebih nyaman saya bisa menggunakannya dengan kaki dan tidak repot, hanya perlu latihan agar terbiasa saja,” ungkapnya.

Sementara itu dalam peluncuran tersebut pihak UGM yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia memberikan bantuan berupa perangkat Diamond dan komputer di beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan yayasan rehabilitasi untuk tuna daksa. Di antaranya Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta, SLB 1 Sleman, Pusat Rehabilitasi YAKKUM Sleman, SLB 1 Bantul, YPAC Solo, BBRSBD Prof Dr Soeharso Solo, Foundation Self Reliance of Disabled People, dan Pusat Rehabilitasu Terpadu Penyandang Cacat (PRTPC) .



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge