0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Pencemaran, Solo Perlu Kawasan Industri

Salah satu sungai yang melintas di Kota Solo (timlo.net - dhefi)

Solo — Keberadaan industri rumah tangga di Kota Solo disinyalir mencemari sungai. Belum adanya kawasan industri yang terpusat menjadi salah satu penyebab pencemaran di sejumlah titik sungai.

Selama ini, pelaku industri rumah tangga masih tersebar hampir di semua titik dalam kota. Sejauh ini pula, mereka tidak mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada sisa pengolahan produksinya.

“Masalahnya Solo tidak punya kawasan industri. Itu yang menyulitkan kami dalam mengontrol mereka,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo, Sultan Najamudin kepada wartawan, Senin (28/1).

Dampaknya, dua ruas sungai terindikasi tercemar. Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) di dalamnya diketahui sudah melebihi ambang batas yang ditentukan.

Kedua ruas sungai tersebut adalah Sungai Jenes dan Sungai Brojo. Dari data yang diperoleh BLH Kota Solo berdasarkan pemantauan kualitas air sungai tahun 2012, kadar COD kedua sungai itu berada pada level di atas 25 mg/liter air sungai.

Penentuan standarisasi kadar COD dengan angka itu mengacu pada baku mutu air sungai berdasarkan PP no. 82/2011 tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Berdasarkan PP tersebut, kategori sungai di kota Solo masuk dalam Kelas II, yakni air yang peruntukannya dapat digunakan sebagai sarana rekreasi air, pengelolaan ikan air tawar dan untuk mengairi tanaman. Ambang batas untuk kela ini adalah dengan kadar COD sebesar 25 mg/liter air sungai.

“Kami lakukan pengambilan sampel pada 18 titik pada seluruh ruas sungai yang ada di Kota Solo. Tiap ruas sungai diambil 3 sampel, mulai dari hulu, tengah dan hilir. Hasilnya bervariatif, namun cenderung rata-rata mempunyai kadar COD yang tinggi,” terangnya.

Dari hasil pengambilan sampel, diketahui kadar COD rata-rata pada Sungai Jenes melebihi ambang batas yang ditentukan. Yakni, di bagian hulu 29 mg/liter, bagian hilir 28 mg/liter dan bagian tengah 26 mg/liter.

Sungai Brojo juga mengalami hal serupa. Pada bagian hulu, kadar COD sebesar 64 mg/liter,  bagian tengah sebesar 97 mg/liter dan bagian hilir dengan angka paling tinggi, yakni sebesar 207 mg/liter.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge