0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaslu Solo Mulai Awasi Alat Peraga Kampanye

Solo – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surakarta mulai melakukan pengawasan pemasangan alat peraga kampanye. Hal ini dilakukan menyusul sudah diperbolehkannya partai politik (Parpol) melakukan kampanye terbatas. Dengan pengawasan itu diharapkan supaya tidak ada pelanggaran di lapangan.

Dalam melakukan pengawasan, Panwaslu berpedoman pada Peratura Walikota (Perwali) No 2 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kota, Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Walikota, Atribut Parpol dan Atribut Organisasi Kemasyarakatan.

“Di situ dijelaskan jenis atributnya, tata tertib pemasangan, lokasi terlarang untuk pemasangan atribut, dan sebagainya,” terang Ketua Panwaslu Kota Surakarta, Sri Sumanta kepada wartawan, Senin (28/1).

Dikatakan, ada lima ruas jalan di Solo yang menjadi white area atau wilayah bebas atribut yakni ruas Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Adi Sucipto. “Selain itu, lokasi yang juga terlarang untuk pemasangan atribut antara lain tempat ibadah, taman kota, kantor pemerintah, tempat pendidikan, jembatan, pelintasan sebidang, dan sebagainya,” ujarnya.

Melihat pasal per pasal dalam Perwali No.2 Tahun 2009, Sumanta mengatakan, masih relevan untuk diterapkan dalam masa kampanye saat ini. “Perwali itu masih bisa digunakan. Sejauh ini, menurut kami belum perlu ada revisi pasal-pasal dalam Perwali tersebut,” katanya.

Disinggung soal sosialisasi perwali tersebut, Sumanta mengaku belum melakukan sosialisasi. “Kami akan sharing pendapat dulu dengan KPU, selaku institusi penyelenggara Pemilu. Yang lebih berhubungan dengan partai kan KPU, jadi mungkin nanti sosialisasinya dilakukan KPU. Panwaslu akan mengawasi implementasinya di lapangan,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge