0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngetren, Pelaku Usaha Mengadu ke BPSK

Juru Bicara Hangabehi-Tedjowulan, KRH Bambang Pradotonagoro (timlo.net -dhefi)

Solo — Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Solo kini tak hanya jadi jujugan masyarakat konsumen, tapi institusi ini belakangan juga banyak menerima aduan dari kalangan pelaku usaha.

Tren demikian, diakui Ketua BPSK setempat, Bambang Ary Wibowo, sudah mulai terjadi sejak akhir 2012 lalu. Tercatat ada beberapa kasus yang dilaporkan ke BPSK kala itu, salah satunya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tengah bermasalah dengan nasabahnya, akibat tunggakan kredit.

Sementara di awal 2013, setidaknya ada dua kasus yang menjadi perhatian BPSK Solo hasil laporan dari pelaku usaha. Bambang menyebut, kedua kasus yang dimaksud, yakni permasalahan antara pengelola hotel berbintang dengan salah satu bank, terkait penggunaan kartu kredit. Di sisi lain, institusi saat ini juga telah menerima laporan dari pihak asosiasi.

“Untuk hotel berbintang ini baru saja kami sepakat di majelis BPSK untuk menerima kasus tersebut. Ini akan ditindaklanjuti sekretariat untuk mengumpulkan alat buktinya dari hotel,” papar dia, ketika ditemui wartawan di kantor BPSK setempat, Senin (28/1).

Tak bisa dipungkiri telah terjadi tren baru di dunia usaha saat ini. Sejak November atau Desember 2012 lalu, pelaku usaha cenderung menjadikan BPSK sebagai sarana berkonsultasi.

“Jadi, sekarang pelaku usaha juga melaporkan pada BPSK. Ada pelaku usaha melaporkan pelaku usaha, tapi ada juga pelaku usaha melaporkan konsumen yang nakal. Ini merupakan kondisi yang positif bagi BPSK bahwa kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh,” pungkas Bambang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge