0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencurian Listrik Bikin PLN Rugi Rp 900 Juta Perbulan

Petugas PLN APJ Klaten gelar razia pengguna listrik, Selasa (20/11). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Maraknya pencurian listrik di wilayah Boyolali mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 900 juta perbulan. Akibatnya, PLN Rayon Boyolali mengalami kerugian loss energy rata-rata sebesar 1,8 juta KWh/ bulan dan 50 persen lebih. Selain pencurian listrik, kerugian juga dikarena PJU Ilegal, KWh macet, kerugian jaringan, maupun PJU abonemen yang boros karena menyala pada siang hari.

Pencurian listrik di wilayah Boyolali kebanyakan dilakukan rumah tangga dengan masyarakat ekonomi kebawah. Sedangkan untuk perusahaan atau pabrik hanya 10 persen. Pencurian listrik dilakukan dengan berbagai cara, seperti penyadapan,meter dilubang dan permainan meteran. Pencurian tersebut baru bisa dicek setelah petugas melakukan pengecekan.

Menurut Manager PLN Rayon Boyolali Ari Saksono, pihaknya sudah berulang kali melakukan operasi ke rumah-rumah dan perusahaan dalam rangka menekan angka kerugian akibat pencurian daya. Namun setiap kali melakukan operasi, pihaknya selalu saja menemukan pelanggan yang melakukan pencurian. Pelanggan yang ketahuan mencuri akan dikenai denda. Untuk sambungan 450 watt dikenai tagihan Rp 1,4 juta, 900 watt dikenai tagihan Rp 2,4 juta, 1300 watt dikenai tagihan Rp 6 juta, 2200 watt dikenai tagihan Rp 10 juta.

“Ya kita berharap dengan tagihan tersebut, mereka bisa kapok dan tidak melakukan pencurian lagi,” tandas Ari ditemui di Boyolali, Senin (28/1).

Hasilnya, pada tahun 2012 lalu pihaknya mampu menyelamatkan listrik sebesar 1,2 juta KWh. Sedangkan pada bulan Januari ini pihaknya mampu menyelamatkan listrik, dengan nilai nominal sekitar Rp 50 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge