0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rusak Jalan, Proyek Tanah Urug Diprotes Warga

Proyek tanah urug Bukit Guwokajen, Banyudono, Boyolali. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Keberadaan tanah urug di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali dikeluhkan warga sekitar. Dampak dari pemaprasan bukit tersebut meresahkan warga lantaran bikin jalan desa rusak, bahkan beberapa lahan milik warga juga ikut rusak. Sementara Pemkab Boyolali sendiri terlihat melakukan pembiaran atas dampak galian tersebut.

Keluhan warga tersebut disampaikan ke DPRD Boyolali oleh beberapa perwakilan warga seputaran proyek tanah urug di perbatasan Desa Guwokajen (Sawit) dengan Desa Sambon (Banyudono). Selain keluhan jalan rusak, proyek tanah urug tersebut juga tidak dikomunikasikan dengan sebagian pemilik sehingga banyak pemilik lahan yang tidak mengetahui lahan mereka dikepras.

“Ini kan sangat memprihatinkan. Warga pemilik lahan sama sekali tidak diberitahu, tiba-tiba langsung dipangkas tanpa diberi kompensasi. Pemkab mestinya bertindak tegas dan melakukan penyelidikan ada izin atau tidak galian tanah urug tersebut,” ungkap Wind Sadewo, anggota DPRD Boyolali dari Fraksi PDIP, Senin (28/1).

Di sisi lain, Wakil Ketua Fraksi Nurani Partai Golkar Agus Ali Rosidi menyayangkan pihak Pemkab yang tidak tegas dalam permasalahan ini. Mestinya Pemkab melakukan tindakan tegas agar proyek tersebut tidak merusak fasilitas masyarakat seperti jalan.

“Pemkab harus tegas, jangan diam saja! Jangan sampai semua infrastruktur rusak karena proyek jalan tol,nanti ABPD yang akan terbebani,” tandasnya.

Disisi lain, Pengawas Proyek Tanah Urug Bukit Guwokajen, Giman mengaku, tanah yang dikeruk sudah mendapat ganti rugi. Selain itu, pengerukan lahan berdasarkan permintaan pemilik, pihaknya tinggal melaksanakan.

“Ini permintaan pemilik lahan, makanya kita belum tahu berapa luasan yang akan dipangkas,” ungkapnya ditemui di lokasi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge