0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Grebeg Sudiro, Kolaborasi Budaya Jawa – Tionghoa

Grebeg Sudiro tahun 2012 (Dok. Timlo.net/Radit)

Solo – Kolaborasi budaya Tionghoa dan Jawa akan ditampilkan dalam event tahunan Grebeg Sudiro. Ribuan partisipan ikut meramaikan event yang diselenggarakan  menyambut Tahun Baru Imlek tersebut.

Sesuai dengan namanya, serangkaian acara Grebeg Sudiro terpusat di Kelurahan Sudiroprajan, Jebres. Setidaknya, ada 3 jenis kegiatan besar yang akan diselenggarakan, mulai dari Karnaval Budaya pada 3 Februari mendatang, Kirab Sedekah Bumi pada 31 Januari dan Pesta Kembang Api pada 9 Februari.

Untuk acara Karnaval Budaya, diselenggarakan secara kolosal dengan melibatkan 1.500 partisipan dari berbagai kalangan. Performance budaya baik budaya khas Jawa maupun budaya Tionghoa akan tampil dalam karnaval yang mengambil start dan finish di Pasar Gedhe.

Selain menampilkan pertunjukan budaya, sejumlah gunungan juga disiapkan untuk diperebutkan bagi pengunjung. “Ada 13 gunungan besar yang akan disiapkan. Mulai dari gunungan kue keranjang, gunungan sayuran serta gunungan aneka macam makanan khas Jawa,” kata Ketua panitia Grebeg Sudiro, Sarwanto, kepada wartawan, kemarin.

Gunungan yang akan dikirab berukuran relatif besar, dengan tinggi  gunungan rata-rata 1,5 meter. Gunungan akan dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan jenis makanannya. Jumlah gunungan di tahun ini meningkat dari tahun lalu. “Tahun lalu hanya 9 gunungan saja,” jelasnya.

Rute yang akan diambil dalam karnaval, start dari Pasar Gede masuk ke Jl Jenderal Sudirman – Jl Mayor Kusmanto – pertigaan Lojiwetan – Jl Kapten Mulyadi – perempatan Ketandan – Jl RE Martadinata – Jl Cut Nyak Dien – Jl Juanda – perempatan Warung Pelem – Jl Urip Sumoharjo – dan finish di Pasar Gede.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge