0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia, 4 Tari Klasik Khas Pura Mangkunegaran

Tari klasik khas Pura Mangkunegaran, Beksan Srimpi Moncar (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Lantunan gendhing Bonangan serta gendhing Denggung Turu Laris dari Paguyubuan Karawitan dan Tari (Pakarti) Pura Mangkunegaran mengiring gelaran Langen Beksan Nemlikuran yang digelar di Pendapa SMK Negeri 8 Solo, Sabtu (26/1) malam.

Selain rentetan gendhing yang disuguhkan, dalam gelaran rutin tiap bulan tersebut juga menampilkan tarian-tarian klasik khas Pura Mangkunegaran,  diantaranya Beksan Srimpi Moncar, Beksan Wireng Sancoyo Kusumowicitro, Beksan Gambyong Pareanom dan Beksan Fragmen Topeng Kelono. Sajian tarian klasik tersebut terlihat sempurna dengan iringan gendhing serta langgam-langgam Jawa.

“Ruang publik untuk kesenian sekarang ini serasa terpinggirkan dengan adanya modernisasi sosial. Sehingga ekspresivitas seniman-seniman muda seakan terbelenggu tanpa adanya ruang untuk mempresentasikan karya mereka,” ujar pimpinan Paguyubuan Karawitan dan Tari (Pakarti) Pura Mangkunegaran, Wahyu Santoso Prabowo kepada Timlo.net di sela acara tersebut.

Saat disinggung tentang perbedaan gaya khas Mangkunegaran dan Kasunanan, Wahyu menjawab dalam membawakan tarian Srimpi tersebut, ciri Mangkunegaran terlihat menegaskan dari karakter tokoh yang diusung. Seperti Beksan Srimpi Moncar yang berkisah tentang perseteruan antara Dewi Kelasworo, putri dari Jawa dengan Dewi Adaninggar putri dari Cina yang memperebutkan cinta kasih dari seorang jejaka yaitu Wong Agung Menak.

“Pembawaan karakter tokoh serta gerakan tari dari Pura Mangkunegara langsung terlihat. Seperti penggambaran busana tokoh, apabila tarian dari Kasunanan keempatnya menggunakan busana yang sama, namun untuk Mangkunegaran berbeda. Sesuai dengan karakter aslinya. Disamping gerakan serta hentakan saat diiringinya dengan langgam dan gendhing,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge