0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curah Hujan Tinggi, Petani Kol Rugi

Kol (Dok.Timlo.net/ nanang rahadian)

Karanganyar — Puluhan hektar tanaman sayur kol di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar rusak akibat tingginya intensitas hujan tahun ini. Bahkan tanaman kol yang baru berumur dua bulan di daerah tersebut hampir semuanya bacek atau kelebihan kandungan air, sehingga daunnya layu dan rontok.

Salah seorang petani kol dari desa Salam, Karangpandan, Sanyotob mengatakan, agar hasil panen bisa maksimal para petani berusaha menggunakan beberapa pupuk, tamun usaha ini juga belum berhasil. Dengan kualitas tanaman yang kurang bagus ini, Sanyoto memrediksikan hingga musim panen nanti para petani kol akan terus mengalami kerugian.

“Ya kalau cuaca gini pasti rugi, banyak hujan gini tanaman bacek, daunnya pada rontok,” ungkap Sanyoto saat ditemui di kebunnya, Minggu (27/1).

Lebih lanjut Sanyoto menambahkan, agar tidak terlalu banyak merugi, dirinya menerapkan sistem tumpangsari dengan menanam lombok dan mentimun di sela-sela  tanaman kol. Sanyoto berharap pemerintah ikut campurtangan mengatasi permasalahan ini dengan mencarikan alternatif atau solusi agar petani tidak terus merugi.

Sementara itu dari luas setiap 1000 meter persegi kebun kol petani, yang biasanya bisa menghaslkan 1 ton kembang kol setiap panen, namun pada musim hujan ini hanya menghasilkan sekitar 400 hingga 500 kwintal. Sedangkan harga yang biasanya mencapai Rp 7000 perkilogram, saat ini turun drastis menjadi Rp 2500 perkilogram karena kualitas sayur kol yang tidak bagus dan mudah membusuk.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge