0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengurus Harian dan Klub Internal Persis Tepis Berselisih

Logo Persis Solo (dok.timlo.net/redaksi)

Solo — Pertemuan antara pengurus harian Pengcab PSSI Solo dan anggota klub internal Persis di Lojigandrung, Jumat (25/1) kemarin malam, setidaknya neggambarkan kondisi Persis Solo masih adem ayem. Ya, dengan disaksikan oleh Deputi Sekjen PSSI bidang kompetisi Saleh Mukadar dan CEO PT LPIS Widjayanto, baik pengurus harian maupun klub-klub internal Persis mengklaim tak ada perselisihan yang terjadi.

Ketua Harian Pengcab PSSI/Persis Solo, Yosca Herman Soedrajad mewakili Pengurus Harian meminta maaf bila pihaknya selama ini terlihat menelantarkan kondisi Persis yang cukup bermasalah. “Maaf kalau selama setahun belakangan ini, kedekatan saya dan juga yang lainnya sedikit tidak terjalin harmonis. Soal dua kubu tim Persis musim lalulah yang mungkin bisa jadi sebuah blunder bagi kita semua. Kami berharap kedepannya semua bisa saling memaafkan dan terjalin dengan baik kembali,” kata Yosca.

Demikian juga yang disampaikan oleh koordinator klub internal Persis Sol,o Teddy Agung Sulistyo menanggapi kondisi pelik di klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini. “Terus terang, kami sebenarnya tidak marah atau memusuhi pihak lain. Hanya saja, kami harap kedepannya kalau masih ingin mengurusi Persis, ya memang harus aktif berada bersama kami. Jangan malah menjauh ataupun mengumbar pernyataan yang menyudutkan satu pihak ke media masa,” terang Teddy.

Teddy juga mengkritik pada media-media yang dianggap telah menyudutkan pihaknya. Dalam forum di Lojigandrung semalam Teddy getol melemparkan kritikan ke para awak media. Bahkan Teddy mengeluarkan pernyataan bahwa media sudah memelintir fakta dan pelintirannya sudah seperti gangsingan. Beberapa pihak seperti para pengurus Pengcab juga dikritiknya kerap memberikan pernyataan yang justru menimbulkan polemik di Persis.

“Saya harap para pengurus yang ada dua ini dan masih berseberangan ini jangan sekali-kali mengumbar omongan yang tidak baik dan bohong di depan media, kelihatan seperti mengadu domba,” imbuh Teddy.

Atas pernyataannya tersebut, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO PWI) Surakarta, Setyo Wiyono yang juga hadir di dalam forum semalam langsung menampiknya. Wartawan Harian Suara Merdeka tersebut menganggap apa yang diberitakan di media terkait pemberitaan Persis adalah murni, bukan berita bohong. Setyo Wiyono dengan tegas bahwa apa yang telah ditulis di beberapa media adalah berdasarkan fakta di lapangan.

“Kami punya undang-undang jurnalistik yang perlu ditaati terutama terkait hak jawab. Kami juga mewawancarai semua pihak yang kita jadikan narasumber. Adanya narasumber berarti berita itu tidak mungkin bohong. Kalau ada yang tersinggung, kami mewakili teman-teman wartawan minta maaf,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge