0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kurang Tenaga PNS, Pemkot Solo Surati Menpan

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Pemkot Solo akan menyurati Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) terkait berkurangnya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai imbas moratorium. Selama beberapa tahun terakhir, jumlah PNS di lingkungan Pemkot Solo menyusut dari 11 ribu menjadi 9.780 pegawai.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo menjelaskan, surat yang dikirim kepada Menpan tersebut berisi keadaan Pemkot yang kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak moratorium diberlakukan. “Kami akui tenaga teknis yang dimiliki oleh Pemkot sangat kurang. Guru SD, misalnya. Di beberapa sekolah kami kekurangan tenaga pendidik,” katanya kepada wartawan, Sabtu (26/1).

Kepada Menpan, Pemkot akan meminta saran dan petunjuk atas kondisi yang ada saat ini. Jika diperbolehkan mengadakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maka Pemkot akan melakukannya sesuai dengan arahan Kemenpan.

Usai penghapusan moratorium PNS sejak Desember 2012 lalu, Pemkot belum bisa melakukan rekrutmen CPNS di tahun ini karena terbentur sejumlah persyaratan. Salah satu syarat yang belum bisa dipenuhi oleh Pemkot selama ini adalah belanja langsung APBD yang masih di atas 50 persen. Padahal, untuk bisa menyelenggarakan rekrutmen CPNS, belanja langsung APBD harus di bawah angka tersebut.

Jika memang syarat itu bersifat mutlak, Rudy, sapaan Walikota, harus ada solusi agar ada penambahan pegawai di lingkungan Pemkot Solo. Salah satu solusi yang diusulkan oleh Rudy adalah meminta tambahan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) kepada pemerintah pusat.

Sekedar informasi, DAU yang diterima oleh Pemkot Solo dalam APBD 2013 ini sebesar Rp. 659 Miliar. Sementara, belanja APBD 2013 dipatok sebesar Rp. 719 Miliar. “Kalau DAU tidak ditambah tidak mungkin belanja APBD di bawah 50 persen,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge