0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Produsen Lokal Dituntut Kreatif Garap Produk

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Produsen alias pelaku usaha dalam negeri dituntut lebih kreatif lagi dalam menggarap suatu produk. Mengingat hal ini cukup penting untuk memberikan nilai tambah serta daya saing suatu produk.

Sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, kreativitas produsen tak bisa dipungkiri sangat diperlukan dalam kegiatan usaha. Apalagi jika berkaca dari kondisi yang ada, salah satu tantangan terbesar dalam memromosikan produk-produk Indonesia adalah dari sisi kemasan. Mengingat desain kemasan yang menarik belum menjadi fokus perhatian pelaku usaha Tanah Air.

“Kita harus membuat pasar sendiri mengapresiasi produk kita dengan cara menambah kreativitas di dalamnya. Kami coba mengajak teman-teman (produsen) begitu, mencoba untuk melihat nilai tambah dari kegiatan ekonomi dan perdagangan bisa datang dari kreativitas,” tuturnya kepada wartawan, seusai menjadi pembicara seminar nasional bertajuk ‘Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia’, di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Sabtu (26/1).

Produsen dituntut kreatif dalam mengembangkan produknya lantaran upaya ini bisa memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan. Bayu menyebut, nilai tambah yang dihasilkan dari proses kreativitas seperti brand, pengolahan dan pengemasan bisa mencapai 40 persen hingga 60 persen dari nilai produk.

“Jadi sebenarnya nilai tambah yang dihasilkan dari kreativitas itu luar biasa besar. Hanya saja perlu difahami juga kreativitas tanpa manufacturing itu tidak ada artinya,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge