0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dari Seminar di RS Kasih Ibu

Alergi Tak Boleh Diobati Sembarangan, Lho!

Seminar “Allergy Management in Daily Practice” yang diselenggarakan oleh RS. Kasih Ibu, baru-baru ini (timlo.net - dhefi)

Solo  —  Alergi merupakan golongan penyakit yang unik. Tiap orang memiliki tingkat kepekaan dan penanganan yang berbeda-beda untuk mengobatinya.

Alergi kerap kali dijumpai pada usia anak-anak hingga dewasa. Dapat diketahui apabila terjadi kelainan pasca mengalami kondisi tertentu. Bisa saja alergi terhadap makanan, alergi cuaca, alergi terhadap obat tertentu, alergi debu dan sebagainya.

Penanganan terhadap kasus alergi tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lain. Dianjurkan bagi dokter agar jangan gegabah dalam memberikan obat anti alergi kepada pasiennya. Pengobatan bukan pada bentuk alergi yang diderita, melainkan mencari sumber penyebab alergi.

Permasalahan tersebut mendasari RS Kasih Ibu, Solo menyelenggarakan Seminar Medis dengan tema “Allergy Management in Daily Practice”. Peserta seminar terdiri dari 200 dokter umum yang berasal dari eks-Karisidenan Surakarta. Even tersebut berbarengan dengan ulang tahun RS Kasih Ibu ke-32.

“Banyak kasus alergi yang terjadi pada anak-anak. Kasus kaya gini jangan langsung kita berikan obat. Harus dicari sumbernya. Meskipun, kadang-kadang orang ingin sesuatu yang instan. Kalau orang alergi langsung dikasih anti alergi. Padahal itu salah,” kata ketua panitia seminar, dr Nur Cahya Ardian Bramantha SPM di sela-sela berlangsungnya seminar.

Dalam seminar tersebut dikemukakan penjelasan mengenai penanganan terkini kasus-kasus alergi oleh dokter-dokter yang sering ditemui. Dalam hal ini, pihaknya ingin merubah sedikit demi sedikit paradigma yang berkembang, bahwa penyakit alergi harus diatasi dengan menggunakan obat.

“Setiap bahan kimia yang diproduksi oleh distributor, akan memiliki suatu respon yang ditimbulkan. Tubuh akan selalu menganggap obat itu benda asing. Jangan pernah berpikiran bahwa obat itu selalu aman,” terangnya.

Solusinya, dengan menghindari allergen atau sesuatu yang memicu terjadinya alergi. “Tuhan menciptakan manusia itu mempunyai keunikan masing-masing. Kita tidak pernah tahu kita alergi terhadap apa,” jelasnya.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari praktisi dalam dan luar negeri. Dari dokter internal RS Kasih Ibu, di antaranya Dr Adji Suwandono, Dr Yulius Mulyamusada SpOT, Dr Novita Tjahjaningsih SpP dan Dr MN Ardi Santoso SpA MKes. Sedangkan seorang lagi merupakan praktisi dari National University Hospital Singapore, Dr Prof Hugo Van Bever, MD PHD.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge