0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL Pasar Gede Dipindah ke Shelter TMP Jurug

Sejumlah petugas tengah membongkar lapak PKL di Pasar Gede (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebanyak delapan buah perlengkapan untuk penjualan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan RE Martadinata atau sebelah timur Pasar Gede, Jebres diangkut saat penertiban PKL oleh Dinas Pengelola Pasar (DPP) Surakarta. Penertiban sendiri dilakukan kepada seorang pemilik sebuah toko yang nekat mendirikan bangunan semi permanen di city walk Pasar Gede.

Eksekusi penertiban yang dilakukan Jumat (25/1) menjadi perhatian warga sekitar. Apalagi kawasan tersebut merupakan pusat pertokoan serta pasar tradisional yang dipadati pengunjung. Sementara seorang pedagang yang ditertibkan tersebut merupakan penjual aksesoris berupa patung.

“Sudah kami layangkan surat peringatan (SP) mulai I, II dan terakhir III termasuk sudah kita sosialisasikan mulai tahun kemarin dan pemberian uang ganti bongkar sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu,” terang Kasi Penataan dan Pembinaan PKL DPP Surakarta, Didik Anggono usai memimpin penertiban.

Didik melanjutkan, penertiban bangunan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjuk dari penertiban dan sosialisai yang sudah dilakukan sejak 2012 silam. Menurutnya Satpol PP serta DPP Kota Surakarta sebagai tim non teknis penataan koridor Pasar Gede untuk menata, menertibkan serta menempatkan PKL.

“Jika sampai saat ini masih ada bangunan PKL yang belum dibongkar adalah tanggung jawab kami sebagai tim non teknis,” ujarnya.

Ditegaskan, mulai hari ini sejumlah PKL yang masih berjualan di sekitar kawasan Pasar Gede akan segera dipindahkan ke shelter di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug.

“Sosialsisasi sudah sering kita lakukan sejak tahun lalu, jadi hari ini yang masih membandel terpaksa kita tertibkan dan kita bongkar, dan mulai besok (hari ini) semua PKL Pasar Gede sudah pindah ke shelter TMP,”ucapnya.

Untuk perlengkapan yang disita milik seorang pemilik toko tersebut, tidak dibawa ke kantor DPP melainkan diangkut untuk dibawa ke rumah si pemilik di daerah Cokronegaran. ”Biar pejalan kaki juga nyaman, karena ini kawasan sentral di Kota Solo,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge