0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kue Keranjang, Untuk Sesaji Sekaligus Santapan

Kue keranjang yang menjadi salah satu ciri khas setiap perayaan Imlek (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Belum lengkap rasanya apabila menjelang Imlek tanpa adanya kehadiran kue berbentuk bulat ini. Ya, namanya kue keranjang. Kue yang memiliki tektur lengket tapi manis ini selalu menjadi salah satu sajian yang dihadirkan dalam perayaan Tahun Baru Cina tersebut.

Menurut salah seorang pengrajin kue keranjang di Balong, Kecamatan Sudiroprajan, Jebresm Solo, Tam Tiam Gie (Untung), kue keranjang biasanya digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyangan leluhur. Terkadang enam hari sebelum perayaan hari raya Imlek (Jie Sie Siang Ang) dan puncaknya pada malam menjelang Tahun Baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).

“Kue ini biasanya digunakan untuk sembahyangan kepada leluhur,” ungkap Untung nya saat ditemui, Jumat (25/1).

Meskipun warga Tionghoa banyak mempergunakan kue keranjang sebagai sesaji kepada leluhur, namun banyak orang juga menyukai kue tersebut sebagai santapan. Hal itu terbukti dengan membludaknya pesanan yang diterima Untung menjelang perayaan Imlek.

“Untuk melayani kebutuhan Solo sendiri kami kewalahan, belum yang dari luar kota maupun luar pulau,” katanya.

Menurut Untung, ia menekuni pembuatan kue keranjang tersebut sudah sejak 40 tahun. Bahkan kedua orangtuanya dulu juga sudah menjalankan usaha tersebut. Sehingga terdapat resep serta ritual khusus yang harus dilakukan apabila ingin mendapatkan hasil sempurna dalam membuat kue keranjang.

“Ada resep-resep khusus serta ritual yang harus dilakukan sebelum pembuatan kue tersebut. Sebab hal ini berhubungan langsung dengan para leluhur kita (leluhur Cina),” akunya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge