0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alot, Kenyal, Manis tapi Ngangeni, Apa itu?

Penjual jenang alot iris-iris jenang alot saat maleman Sekaten 2013. (Foto diambil Kamis, 23 Januari 2013). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Melihat teksturnya yang kenyal serta manis, tak heran banyak orang menyukai makanan yang satu ini. Makanan khas yang sering dijajakan saat pasar malam tersebut memang mempunyai daya tarik tersendiri. Jenang Alot begitulah orang menyebut makanan tersebut. Jenang yang terbuat dari campuran gula jawa, kelapa dan tepung terigu tersebut terasa legit menggigit di mulut.

Salah seorang penjual Jenang Alot, Aris Nugroho (34) mengatakan, dirinya sudah menggeluti usaha di bidang tersebut selama 20 tahun. Sejak masih duduk di bangku SMP, dirinya sudah diajari oleh orangtuanya yang juga berprofesi sama, yaitu sebagai penjual Jenang Alot.

“Sejak SMP saya sudah diajari oleh bapak saya cara membuat jenang ini,” ucapnya saat ditemui Timlo.net di arena Sekaten 2013, Kamis (23/1).

Cara pembuatannya, lanjut Aris, sangat sederhana dan tradisional. Gula jawa direbus hingga mendidih lalu sedikit demi sedikit tepung dimasukkan dan diaduk secara merata. Kelapa yang telah disiapkan diiris tipis dan dijadikan pengisi dalam jenang tersebut.

“Dalam pembuatannya membutuhkan waktu hampir sehari semalam dan masih tradisional. Sekali pembuatan biasanya tidak kurang dari 2 kwintal jenang dihasilkan,” terangnya.

Dirinya menjamin, jenang buatannya tersebut tahan hingga 4 bulan. Asalkan ditempatkan di wadah tertutup dan tidak terkena panas matahari langsung. Namun, apabila sudah dalam keadaan terpotong kemungkinan jenang tersebut tahan hanya sekitar 10 hari.

“Jenang Alot ini tahan hingga 4 bulan,” ungkapnya.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge