0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas!! Penyakit Jantung Banyak Menyerang Pekerja Malam

dr Indrasti Paramitha Sari, dokter umum Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Bagi Anda yang sering bekerja pada malam hari, maka berhati-hatilah. Pasalnya mereka yang melakukan kebiasaan tersebut akan rentan terkena risiko gangguan kesehatan lebih tinggi ketimbang bekerja di siang hari.

Dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta, dr Indrasti Paramitha Sari mengatakan, bekerja shift malam memiliki beberapa efek negative baik efek jangka pendek maupun jangka panjang. Efek jangka pendek diantaranya meliputi gangguan tidur. Sedangkan efek jangka panjang meliputi risiko lebih besar terkena penyakit jantung, kanker, obesitas dan stroke.

“Memang pekerja malam itu lebih berisiko terkena berbagai penyakit,” kata dr Indrasti Paramitha saat ditemui, Kamis (24/1).

Lebih lanjut dr Mita –sapaan dr Indrasti Paramitha– mengatakan, pekerja malam mempunyai risiko lebih besar terserang penyakit jantung lebih dibanding pekerja siang hari. Sebab, bekerja malam bisa mengganggu jam istirahat. Pada seseorang yang bekerja malam hari maka irama siklus tubuh akan terganggu.

“Hal ini akan berpengaruh pada peredaran aliran darah,” terangnya.

Dijelaskan, pada siang hari manusia lebih dipengaruhi saraf simpatis yang bersifat aktif. Saraf ini membuat manusia turut aktif dalam bekerja sehingga meningkatkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung.
Sedangkan pada malam hari saatnya saraf para simpatik mengistirahatkan tubuh. Jika kurang tidur, maka keharmonisan ini akan terganggu.

“Pada malam hari, jantung yang seharusnya beristirahat dipaksa terus bekerja, begitu pula dengan tekanan darahnya,” paparnya.

Selain itu, kata Mita, pada pekerja malam, jika kurang tidur akan meningkatkan kadar hormon stres, yaitu hormon kortisol yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah. Kondisi tersebut akan menyebabkan kinerja jantung lebih meningkat.

“Kinerja jantung akan lebih baik dan jantung akan sehat bila tidur cukup, maka akan lebih sehat apabila kita cukup tidur pada malam hari,” jelasnya.

Mita mengungkapkan, biasanya orang yang bekerja pada malam hari tidak diiringgi dengan tidur di siang harinya. Padahal, menurut penelitian, orang yang tidur kurang dari 5 jam sehari memiliki risiko 39 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung daripada mereka yang tidak.

“Ya kalau setelah kerja malam siang dia langsung tidur, kebanyakan ya tidak mereka tetap aktivitas di siang harinya,” tuturnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge