0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Miring, Kakek-Nenek Tinggal di Bekas Kandang Kambing

Mabah Sodimejo (84) dan Wagiyem (75), warga Dukuh Brantiharjo, Desa Bangak, Banyudono, Boyolali ini terpaksa harus menahan dingin di bawah hujan di bekas kandang kambing (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasangan suami istri yang sudah berusia lanjut, sejak 40 hari ini terpaksa menempati bekas kandang kambing untuk tidur. Kondisi ini disebabkan, mereka takut menempati rumah induk yang sudah doyong alias miring. Selain itu, rumah dengan dinding bambu kondisinya juga sudah memprihatinkan.

Pada usianya yang sudah senja, Sodimejo (84) dan Wagiyem (75), warga Dukuh Brantiharjo, Desa Bangak, Banyudono, Boyolali ini terpaksa harus menahan dingin di bawah hujan di bekas kandang kambing. Di kandang yang berukuran 2,5 meter x 2,5 meter, untuk menutup hawa dingin saat malam tiba, mereka hanya menggunakan selembar kain. Sementara kandang yang sempit itu disekat menjadi dua, satu untuk tempat tidur sang kakek dan satunya lagi untuk sang nenek.

“Istri saya takut menempati rumah, terpaksa tinggal disini dulu. Lha gimana lagi, untuk memperbaiki saya tidak punya dana, maklum saya sudah tua dan tidak bekerja lagi,” ungkap Mbah Sodimejo yang juga mantan hansip desa setempat, Jumat (25/1).

Ironisnya lagi, kakek ini juga harus merawat istrinya yang sakit dan tidak bisa berjalan karena terjatuh. Otomatis, sang istri, Wagiyem, sehari-hari hanya tinggal di dalam kandang. Diceritakan juga, untuk makan sehari-hari, mereka bergantung pada Raskin (beras untuk warga miskin).

“Ada Raskin, lauknya ya ambil di kebun, ada pepaya, duan pepaya dan singkong. Apa saja, yang penting bisa dimakan,” imbuhnya.

Diakui, meski memiliki dua anak, dirinya tidak mungkin minta bantuan anak-anaknya, karena mereka juga kesulitan ekonomi. Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya. “Harapan saya, rumah saya bisa diperbaiki lagi,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge