0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy: Nekat Muscab dan Gagal, akan Saya Tuntut

FX Hadi Rudyatmo (Eks Ketua Persis Solo). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Walikota Solo sekaligus mantan Ketua Umum Persis FX Hadi Rudyatmo tak segan-segan menempuh jalur hukum bagi pengurus maupun klub internal Persis, apabila nekat melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) Persis Solo dan hasilnya nihil alias gagal. Ya, berulangkali pria yang akrab disapa Rudy ini meminta jangan gegabah menggelar Muscab, karena dirinya sudah menyampaikan perihal Muscab ini ke PSSI.

Sikapnya menyampaikan surat Muscab Persis ke PSSI adalah agar hasil dari Muscab itu mendapat persetujuan dan pengakuan dari otoritas sepakbola tertinggi Indonesia yakni PSSI sebagai kepanjangan tangan FiFA. Bahkan santer dikabarkan pengurus maupun klub internal akan menggelar muscab akhir pekan ini. Saat ditemui di Stadion Manahan, Jumat (25/1) pagi, Rudy mengaku tak segan-segan menuntut pihak yang nekat melaksanakan Muscab dan sama sekali tidak ada hasilnya.

“Kalau besok Minggu benar-benar diadakan Muscab dan hasilnya nilih, akan saya tuntut. Sudah berulangkali saya bilang jangan Muscab dulu sebelum dapat jawaban dari PSSI. Jangan dipikir saya lari dari tanggung jawab melepas masalah Persis ini, meski saya sudah mengundurkan diri dari Ketum Persis,” terang Rudy usai bermain bola di Stadion Manahan, Jumat (25/1) pagi.

Menanggapi sikap klub internal Persis yang menganggap sebagai pemilik suara sah dan memiliki wewenang untuk menyelenggarakan muscab, Rudy akan menantangnya perihal dana untuk ‘tombok’ ke Persis. “Silahkan kalau mau tetap berjalan Muscab, terus nanti sing meh nglantik sopo? Silahkan diteruskan, malahane saya bisa minta uang saya yang untuk nomboki Persis selama ini dikembalikan. Ayo kalau berani, saya buka sekalian di muscab nanti soal saya yang tombok. Enggak masalah, silakan diteruskan muscab kalau mau,” tegas Rudy.

“Pesan saya ke klub, yang mau diraih apa ta di Muscab itu nanti? Kalau saya yang paling penting itu Persis bersatu dan berprestasi, bukan malah ada kepentingan ini itu,” imbuh Rudy.

Rudy memang secara terbuka mendukung kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI, dengan catatan PSSI harus berkoreksi diri apa yang menjadi kesalahannya. Ia juga meminta alangkah baiknya bila sumber permasalahan yakni PSSI dan KPSI bisa menemukan solusi. Setelah itu baru ke akar-akarnya termasuk Persis untuk mencari jalan keluar permasalahan dualismenya.

“Ya tetap sesuai dengan legalitas PSSI, karena hasil kongres. Dengan catatan PSSI juga harus menjalin komunikasi dan memberikan pemahaman demi Merah Putih. Kalau tetap enggak ada solusinya, saya setuju Pak Menpora bubarkan dua-duanya bentuk pengurus baru. Keluar sanksi dari FIFA ya biar saja,” pungkas politisi PDIP ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge