0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kolaps, BPR Sukowati Jaya Ditutup

BPR Sukowati Jaya yang sejak 23 Januari 2013 lalu ditutup terlihat sepi dan tidak ada kegiatan, Jum'at (25/1). (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukowati Jaya dinyatakan kolap dan tidak diizinkan lagi untuk operasional. Bank Rakyat Indonesia (BI) secara resmi telah mencabut izin dan membekukan operasional BPR Sukowati Jaya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur BI No. 15/3/KEP.GBI/2013, tanggal 23 Januari tentang pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukowati Jaya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Doni P Joewono, menyatakan, sejak tanggal 23 Januari 2013 tersebut maka, BPR Sukowati Jaya yang beralamat di Jalan Setia No. 31 B Sragen tersebut ditutup untuk umum dan menghentikan segala kegiatan usahanya. Kemudian penyelesaian hak dan kewajiban BPR Sukowati Jaya akan dilakukan oleh tim likuidasi yang akan dibentuk oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengurus atau pemilik PT BPR Sukowati Jaya dilarang melakukan segala tindakan hukum yang terkait dengan aset dan kewajiban BPR, kecuali dengan persetujuan  tertulis dari LPS,” kata Doni P Joewono, kemarin.

Menurut Doni, sebenarnya sejak Juli 2012 BPR tersebut sudah berstatus dalam pengawasan dan diberi kesempatan untuk bisa memperbaiki modal dan kinerjanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, angka rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) yang diharapkan bisa di atas 4 persen, tetapi malah minus 34 persen.

Dengan dibekukannya BPR Sukowati Jaya, maka sejak 23 Januari, kantor BPR disegel dan tidak boleh melakukan operasional. Kemudian BPR tersebut resmi diambil alih oleh LPS, yang akan segera mengambil langkah melakukan verifikasi untuk kepentingan likuidasi aset. Selain itu LPS juga menetapkan status BPR sebagai bank dalam likuidasi, dan menonaktifkan seluruh direksi dan komisaris.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge