0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Weleh! Bekas SD Mojo Jadi Tempat Mesum

Salah satu los daging Pasar Bunder Sragen ini dulunya adalah halaman SD Negeri Mojo Sragen. Sekarang tampak mangkrak karena tidak ditempati. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Bekas bangunan SD Negeri Mojo, Sragen yang disulap menjadi bagian dari Pasar Bunder tidak dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Bangunan pasar yang seharusnya dipergunakan khusus untuk penjual daging saat ini mangkrak. Ironisnya, di malam hari tempat tersebut justru digunakan sebagai tempat mesum.

Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan sejumlah anggota Komisi IV DPRD Sragen di bekas SD Negeri Mojo, belum lama ini. Sekretaris Komisi IV DPRD Sragen, Aris Surawan, usai Sidak mengatakan, bangunan SD Negeri Mojo yang sempat menjadi sekolah unggulan di Sragen tersebut dirobohkan pada masa pemerintahan Bupati Untung Wiyono.

Namun, setelah dirobohkan pada tahun 2007 dan dibangun pasar untuk los daging malah tidak difungsikan dan dibiarkan mangkrak. “Sama sekali tidak ada aktivitas jual beli layaknya pasar seperti rencana awal. Bangunan dibiarkan mangkrak dan hanya menjadi rumah tinggal para tuna wisma. Bahkan, di mlam hari  menjadi tempat mesum,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (25/1).

Di sisi lain, Aris mengutarakan, pemerintah seharusnya mampu mengakomodir keinginan para guru dan siswa agar SD Negri Mojo kembali dibangun. Sebab, setelah dirobohkan kemudian para siswanya terpaksa dipindahkan ke SBI Kroyo, Karangmalang. Selain itu mereka juga menempati SD Negeri 5 dan 8 Sragen.

Sebelumnya Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyatakan wacana untuk mengembalikan SD Negeri Mojo ke tempat semula dianggapnya terlambat. Karena protes itu seharusnya sudah mereka lakukan sebelum sekolah tersebut dihancurkan pada masa pemerintahan Bupati Untung Wiyono. “Kenapa baru sekarang mereka protes, tidak sejak dulu ketika jamanya Bupati Untung Wiyono,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge