0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Musuk Rayakan Maulud Nabi dengan Sadranan Mauludan

Warga Sruni membawa sadranan sambil membawa makanan yang diletakkan di tenong untuk merayakan Maulud Nabi, Kamis (24/1). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Masyarakat Desa Sruni, Musuk, Boyolali mempunyai cara tersendiri dalam menyambut Bulan Mulud, yaitu dengan mengelar tradisi sadranan di pemakaman umum Dukuh Mlambong Desa Sruni, Kamis (24/1). Dalam tradisi tersebut, masyarakat berkumpul sambil membawa aneka macam makanan yang kemudian dimakan bersama-sama setelah acara selesai.

Tradisi sadranan di bulan Mulud sudah dilakukan masyarakat turun temurun dan tetap dilestarikan hingga saat ini. Bagi masyarakat Desa Sruni wajib hukumnya tiap bulan Mulud dilakukan sadranan dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut dilakukan doa bersama agar terhindar dari marabahaya. Tradisi sadranan diikuti ratusan warga dari delapan dukuh, dianataranya Mlambong, Rejosari, Gedongsaro, Magersari, Tegalsari, Wonodadi dan Sruni.

“Selain memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, kita juga bersama-sama mendoakan leluhur agar diampuni dosa-dosanya, sekaligus ini untuk mempererat persaudaraan antar warga,” ungkap Kaur Kesra Desa Sruni, Dono Sapari.

Maka tidak mengherankan bila dalam tradisi ini, sejumlah warga Sruni yang merantau ke luar daerah menyempatkan diri untuk pulang. Mereka kemudian berkumpul bersama di Makam desa sambil membawa aneka makanan. Sebelumnya dilakukan tahlilan setelah itu makanan yang mereka bawa dibagikan kepada pengunjung, siapapun boleh menikmati makanan yang dibawa didalam wadah tenong.

Masyarakat sendiri mempercayai bila makanan yang mereka bawa habis dibagikan ke pengunjung, akan membawa berkah. ”Ini sekalian sodaqoh,” ungkap Warni warga sekitar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge