0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy Menentang Bank Plecit

FX Hadi Rudyatmo (Dok.Timlo.net/ Dhefi)

Solo — Walikota Solo Hadi Rudyatmo menentang keras praktik rentenir yang kerap beroperasi di sejumlah pasar Tradisional. Ia meminta kepada pengusaha rentenir, atau kerap dikenal dengan istilah bank plecit tersebut untuk beralih investasi agar tidak merugikan kepentingan masyarakat kecil.

Rudy, sapaan Walikota mengungkapkan penolakan keras pada praktek rentenir di hadapan para pedagang. “Saya mengharapkan bagi pemilik modal agar tidak usah bekerja mengais rejeki di atas penderitaan pedagang,” terangnya kepada pedagang Pasar Nongko, baru-baru ini.

Menurutnya, kegiatan pinjaman yang dilakukan oleh rentenir termasuk dalam kegiatan penggandaan uang. “Bagaimana tidak, besarnya angsuran yang dicicil sangat memberatkan. Bunganya saja sekitar 40 persen. Dengan adanya rentenir yang berkeliaran di pasar-pasar tradisional itu justru semakin menjerat pedagang,” ungkapnya.

Solusinya, ia meminta kepada paguyuban pedagang untuk membentuk koperasi pedagang. Tujuannya agar kepentingan pedagang bisa tercukupi dengan keberadaan koperasi tersebut.

Termasuk, menyediakan jasa simpan pinjam tanpa agunan kepada pedagang. Tentunya, dengan bunga yang sangat ringan agar tidak memberatkan. “Kalau pedagang butuh uang antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu kan bisa minta pinjaman pada koperasi,” jelasnya.

Meski tidak bersifat resmi, namun ia mengharapkan pada paguyuban-paguyuban pedagang untuk mematuhi himbauannya itu. Jika keberadaan koperasi paguyuban sudah eksis berdiri, praktik-praktik rentenir dengan sendirinya bisa dihilangkan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge