0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggungan Listrik Capai Rp 18 Miliar, SKPD Diminta Hemat

(Ilustrasi) Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak (dok.timlo.net/agung)

Sukoharjo — Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dipastikan tidak mempengaruhi keuangan daerah Pemkab Sukoharjo. Pemkab Sukoharjo mengandalkan pendapatan dari sektor reklame untuk membayar tagihan listrik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sukoharjo, Agus Santosa mengatakan, pendapatan yang dihasilkan dari sektor reklame mencapai Rp 22 miliar. Jumlah pendapatan dari reklame tersebut dipastikan cukup untuk membayar tagihan listrik senilai Rp 18 miliar.

“Dari sektor pendapatan reklame malah masih menyisakan Rp 4 milliar setelah di potong pajak listrik. Sehingga tanggungan listrik senilai Rp 18 milliar tersebut masih dapat dijangkau. Tidak akan mempengaruhi kondisin keuangan daerah,” ujar Agus Santosa, Rabu (23/1).

Rencana kenaikan tariff dasar listrik, sudah di antisipasi Pemkab Sukoharjo sejak jauh-jauh hari. Anggaran kebutuhan untuk biaya listrik sempat dimasukkan dalam pembahasan anggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). Setelah dikatehui dana untuk biaya tanggungan listrik tersedia, maka dipastikan tidak akan ada pemadaman listrik.

“Meski anggaran tersedia. Kami minta seluruh SKPD juga berhemat dalam menggunakan listrik. Diharapkan komputer lampu televisi dan peralatan listrik yang lain dimatikan ketika sudah tidak digunakan,” tutur Sekda.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge