0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serangan Tikus di Sukoharjo Kian Ganas

Sejumlah petani melakukan gropyokan tikus. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Sukoharjo – Serangan hama tikus di lahan pertanian padi di wilayah Sukoharjo terus meluas. Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo mencatat, sedikitnya 564 hektar sawah yang tersebar di 5 Kecamatan rusak selama musim tanam 1 tahun ini karena hama tikus.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Giyarti mengatakan, serangan tikus tersebut menyerang lahan pertanian di 5 kecamatan yakni Kecamatan Polokarto, Weru, Bendosari, Grogol dan Mojolaban. Dinas Pertanian terus melakukan sosialisasi untuk menggelar gropyokan tikus.

“Hama tikus ini menyerang tanaman padi yang berusia sekitar 2 bulan. Kita sosisalisasikan dengan gropyokan tikus. Karena gropyokan merupakan cara yang paling mudah untuk mengusir tikus,” ujar Giyarti, Rabu (23/1).

Pihaknya mengimbau, meskipun dilakukan gropyokan, namun bangkai tikus-tikus tersebut tidak boleh dibuang sembarangan untuk menghindari penyakit pes. Bangkai tikus tersebut lebih baik dikubur. Sementara untuk obat tikus emposan, Dinas Pertanian telah menyediakan secara gratis.

“Bagi petani dapat menggelar gropyokan tikus. Obat emposan sudah kita sediakan secara gratis. Tapi bangkai tikus diharapkan tidak dibuang disembarang tempat untuk mencegah penyakit pes. Lebih baik bangkainya dikubur saja,” imbuh Giyarti.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge