0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LPS Likuidasi 48 Bank

JUMPA PERS-Direktur Klaim dan Resolusi Bank LPS, Noor Cahyo (tengah) menyampaikan paparan dalam jumpa pers, terkait pencabutan izin usaha dan pengambilalihan BPR Sukowati Jaya Sragen, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Rabu (23/1) (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo —  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga kini telah melikuidasi sebanyak 48 bank yang beroperasi di Tanah Air. Selain melikuidasi bank umum, selama tujuh tahun menjalankan fungsinya LPS juga telah melikuidasi sejumlah bank perkreditan rakyat (BPR) dan  bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

Hal itu diungkapkan Direktur Klaim dan Resolusi Bank LPS, Noor Cahyo kepada wartawan, saat memberikan keterangan pers terkait pencabutan izin usaha BPR Sukowati Jaya Sragen, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, pertengahan pekan ini.

Ia menyebutkan, sejak 2006 hingga awal 2013 LPS telah melikuidasi satu bank umum, 45 BPR dan 2 BPRS. Pada umumnya likuidasi ini dilakukan lantaran ada indikasi fraud (kecurangan-red) yang dilakukan oknum pengurus maupun pemegang saham bank.

“Faktor penyebab likuidasi banyak, tapi ujung-ujungnya ya fraud. Biasanya karena niat awalnya memang untuk menggerogoti atau menguasai dana tanpa sepengetahuan nasabah,” kata Noor Cahyo.

Tindakan fraud sendiri memang terbilang cukup beragam, mulai dari kredit fiktif atau melakukan praktik bank dalam bank hingga simpanan nasabah yang tidak dibukukan. Terakhir, LPS melikuidasi BPR Sukowati Jaya Sragen yang juga terindikasi kuat melakukan fraud.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge