0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Grebeg Maulud, Belum Didoakan Sudah Rebutan

Ribuan warga berebutan aksesori gunungan di Masjid Agung Surakarta, tahun silam (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Acara Grebeg Maulud di Masjid Agung Surakarta digelar Kamis (24/1). Tak seperti imbauan panitia Maleman Sekaten, ribuan pengunjung yang memadati kawasan Masjid Agung Surakarta tidak sabar berebut aksesori gunungan meskipun belum sempat didoakan.

Kirab yang menandai puncak acara Maleman Sekaten 2013 ini sendiri dimulai dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta. Seperti adat setiap memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kirab gunungan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Ulama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Tafsir Anom Pudjodiningrat.

Namun, meskipun belum selesai didoakan, pengunjung yang sebelumnya berubal menunggu berlangsungnya kirab, sudah buru-buru berebutan aksesori Gunungan Estri (Putri) yang dikirab di kawasan Masjid Agung Surakarta. Sejumlah anggota perguruan beladiri serta SH Terate, dan Abdi Dalem Keraton yang dilibatkan untuk menjaga ketertiban pengunjung pun kuwalahan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Maleman Sekaten 2013, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro mengimbau supaya warga yang menyaksikan prosesi gunungan untuk sabar mengikuti prosesi.

“Kami menghibau dalam pelaksanaan Grebeg Maulud agar penonton dapat mengendalikan diri, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang merebut gunungan sebelum didoakan. Namun, kita belajar sabar untuk mengikuti prosesi dengan runtut dan hikmat,” tutur menantu PB XII ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge