0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS Ciptakan Alat Pengangkut Sampah Non Bahan Bakar

Solo — Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan alat pengangkat sampah non-bahan bakar. Meski alat tersebut baru berupa prototype, namun penggunaannya cukup efisien yakni memanfaatkan aliran air sebagai pendorong kecepatan untuk mengangkut sampah.

Dosen Teknik Sipil UNS, Dr Ir Mamok Suprapto MEng, kemarin, menjelaskan, di dalam air memiliki energi yang bisa dimanfaatkan tanpa menggunakan aliran air. Untuk melengkapi alat tersebut diperlukan dua kincir yang berfungsi sebagai kincir jaring dan kincir pemutar. Kincir ini sebagai pengganti generator sehingga dalam penggunaannya tidak boleh terlalu cepat.

Selain itu dibutuhkan juga roda berukuran besar dan kecil sebagai penggerak kincir, pipa talang untuk mengalirkan sampah ke bagian pinggir sungai dan penjaringan sampah. “Sistem kerja alat ini yang penting ada aliran air untuk menggerakkan kincir. Dan ini tidak bergantung kepada ketinggian air. Jika air sedikit maka kincirnya memiliki kekuatan besar begitu sebaliknya,” ujar Mamok,  pria pengcetus idea alat ini.

Digagasnya alat tersebut bukan tak lain karena persoalan sampah sampai saat ini belum juga teratasi terutama di kota-kota besar yang memiliki sungai-sungai besar. Mamok menambahkan, kelebihan dari alat ciptaannya ini selain bahan alat yang mudah didapat secara operasionalnya juga tanpa menggunakan tenaga manusia.

Sementara itu, Bahroni dan Alfianshah mahasiswa jurusan Teknik Sipil UNS tengah meneliti dan ingin menujudkan alat tersebut. Selama tiga bulan melakukan penelitian mengalami beberapa kendala. Pertama mereka menggunakan bahan dari besi dengan merogoh saku sebanyak Rp 1 juta.

“Karena berat dan tidak dapat digunakan akhirnya kita gunakan bahan aluminium, stainless stell dan atom dengan biaya Rp 500 ribu dan untuk pipa talangnya menghabiskan biaya Rp 2 juta,” jelas Alfiansah, mahasiswa S1 Teknik Sipil UNS.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge