0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tuntutan Tamsil Rp 200 ribu Tidak Disetujui

Gedung DPRD Klaten Digeruduk Perangkat Desa

Klaten – Ribuan perangkat desa di Kabupaten Klaten, Rabu (29/12), kembali menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD menuntut kenaikan tambahan penghasilan (Tamsil) sebesar Rp 200 ribu.

Lantaran hasil pertemuan dengan eksekutif dan legislatif tetap tidak ada titik temu, akhirnya perangkat desa yang sebelumnya tidak diijinkan masuk, langsung memaksa melompati pagar dan mengepung gedung DPRD. Bahkan mereka nyaris bersitegang dengan ketua DPRD setempat.

Sebelumnya unjukrasa berjalan dengan tenang, ratusan perangkat desa hanya melakukan orasi di luar kompleks gedung Pemkab Klaten, sambil menunggu keputusan pertemuan antara perwakilan perangkat desa dengan pihak eksekutif dan legislatif.

Namun, semakin siang jumlah perangkat desa semakin bertambah banyak, dan belum ada titik temu dari pertemuan yang dilakukan di dalam gedung. Hingga akhirnya ribuan perangkat desa yang tidak sabar menunggu diluar memaksa masuk komplek Pemkab Klaten dengan melompati pagar pembatas.

Sambil meneriakkan berbagai ancaman, mereka langsung mengepung gedung DPRD Klaten yang didalamnya sedang berlangsung pertemuan untuk membahas tuntutan kenaikan Tamsil sebesar Rp 200 ribu.

Namun, hingga pertemuan selesai, belum juga ada kesepakatan, akibatnya ribuan perangkat desa yang sudah mengepung gedung DPRD itu langsung mengejar Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto hingga nyaris terjadi kericuhan.

Perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Klaten ini mengancam akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi hingga tuntutan mereka dikabulkan. “Kami akan melakukan aksi serupa bahkan lebih besar jika memang tidak disetujiu tuntutan Tamsil sebesar Rp 200 ribu itu,” ujar Jumakhir, Sekretaris PPDI Klaten.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge