0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terindikasi Melakukan Tindak Pidana Bank

BI Segel Kantor BPR Sukowati Jaya Sragen

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Bank Indonesia (BI) secara resmi menyegel kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukowati Jaya Sragen pada Rabu (23/1), lantaran terindikasi kuat melakukan tindak pidana bank. Sikap tegas BI ini menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Bank Indonesia No.15/3/KEP.GBI/2013/Rahasia tanggal 23 Januari 2013 yang menyatakan PT BPR Sukowati Jaya dengan alamat Jl Setyabudi No 31-B, Sragen dicabut izin usahanya sebagai bank.

Kepada wartawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono, menyampaikan pada Rabu pagi BI telah menyegel kantor BPR Sukowati Jaya dan diberi tanda berdasarkan SK Gubernur BI yang menyatakan bahwa bank dalam likuidasi. Pihak BI pun telah menyerahkan salinan petikan SK tersebut pada direktur utama BPR setempat sebagai bentuk pemberitahuan.

“Sebagaimana aturan yang berlaku, bank tidak hanya dicabut izin usahanya, tapi juga kami laporkan dalam forum SKB untuk ditindaklanjuti aparat kepolisian dan kejaksaan. Resmi hari ini, bank diambil alih LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” terang dia di Kantor Perwakilan BI Solo.

BPR Sukowati Jaya terindikasi melakukan tindak kecurangan pada nasabah atau yang lebih dikenal dengan istilah fraud yang dilakukan oknum pengurus dan pemegang saham. Fraud sendiri modusnya bermacam-macam mulai dari kredit fiktif atau melakukan praktik bank dalam bank hingga simpanan nasabah yang tidak dibukukan.

Sementara itu, terkait pencabutan izin usaha BPR Sukowati Jaya, Doni mengimbau kepada masyarakat yang memiliki rekening di bank tersebut untuk tetap bersikap tenang dan membantu LPS melakukan verifikasi lebih lanjut. Dalam menempatkan dananya pada lembaga perbankan, masyarakat hendaknya senantiasa memerhatikan tingkat suku bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge