0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI Cabut Izin Operasional BPR Sukowati Jaya Sragen

Ilustrasi (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Bank Indonesia (BI) secara resmi mencabut izin operasional Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukowati Jaya, Sragen pada 23 Januari 2013. Keputusan ini menyusul kondisi keuangan yang makin memburuk, tercermin dari rasio kewajiban penyediaan modal minimum atau capital adequacy ratio yang kurang dari empat persen, serta kesulitan bank memenuhi kewajiban dana pihak ketiga (DPK) akibat fraud (kecurangan-red) yang dilakukan oknum pengurus dan pemegang saham.

Di hadapan media, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono, memaparkan setelah melalui proses dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, pada akhirnya BI harus mencabut izin usaha PT BPR Sukowati Jaya, Sragen. Pencabutan izin usaha ini dilakukan setelah melalui rangkaian panjang yang diikuti penetapan status Dalam Pengawasan Khusus, terhitung sejak 2 Juli 2012 hingga 28 Desember 2012.

“Berbagai upaya pembinaan dan penyelamatan sebenarnya telah dilakukan BI berkoordinasi dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk memperbaiki kinerja bank tersebut. Kami mencoba best effort (usaha terbaik-red) supaya bank tidak ditutup, tapi manajemen tidak kooperatif, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan bank,” jelasnya di Kantor Perwakilan BI Solo, Rabu (23/1).

Langkah tegas BI ini mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.15/3/KEP.GBI/2013/Rahasia tanggal 23 Januari 2013 yang menyatakan PT BPR Sukowati Jaya dengan alamat Jl Setyabudi No 31-B, Sragen dicabut izin usahanya sebagai bank.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge