0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Bangunsari-Klakah Makin Memprihatinkan

Jembatan Bangunsari-Klakah Makin Memprihatinkan (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Jembatan darurat yang menghubungkan Dusun Bangunsari, Desa Klakah dengan Dusun Bangunrejo, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyollai makin mengkhawatirkan. Jembatan terbuat dari bambu ini  kondisinya sudah lapuk dan rawan hanyut diterjang banjir lahar dingin dan longsoran tebing.

Jembatan bambu di atas Kali Juweh itu kondisinya memang sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Jembatan hanya dipasang sejumlah  bambu baru sebagai penyangga atau pondasi pada jembatan tersebut. Sebagian jembatan bahkan nampak sudah ambrol akibat diterjang reruntuhan tebing setinggi 30 meter itu.

Warga yang melintas terpaksa harus ekstra hati-hati. Sebab selain, jembatan darurat yang rawan runtuh itu, jalan selebar tiga meter itu kondisinya juga tak kalah memprihatinkan, akibat diterjang banjir lahan dingin dari puncak Merapi.

“Setiap setengah bulan warga melakukan perbaikan,bambu diganti dengan yang baru. Kalau tidak begitu, nanti kalau jembatan roboh akses jalan terdekat kita tertutup,” ungkap  Sarlan, warga Dusun Bangunsari, Klakah, Selo, Selasa (22/1).

Sarlan menjelaskan, jembatan ini merupakan akses terdekat dari Dusun Bangunsari ke Pasar Jrakah. Namun, jika terjadi banjir, tak satupun warga yang berani melintas diatas jembatan ini lantaran takut bakal hanyut terbawa banjir. Selain itu, kondisi jembatan yang lapuk akan mudah terbawa banjir.

Bila jembatan putus, akses jalan yang dilalui akan semakin jauh. Setidaknya ada  dua laternatif jalur. elalui Dusun Sepi, atau jalur kedua turun melalui Dusun Klakah Duwur. Namun, kedua jalur tersebut relatif sangat jauh.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge