0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Korupsi, Eks RSBI Harus Lakukan Audit Internal

SMAN 1 Boyolali, salah satu eks RSBI (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembubaran RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), sejumlah eks RSBI dalam kondisi dilematis. Utamanya dalam pengelolaan keuangan.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Boyolali, Bramastia, dana RSBI sangat melimpah sehingga perlu adanya audit guna menghindari penyalahgunaan anggaran di masa transisi ini. Dijelaskan, dana untuk SD sekitar Rp 200 juta/ tahun, SMP Rp 300 juta/ tahun dan SMA/SMK Rp 600 juta. Bahkan, RSBI ternyata juga mendapatkan dana dari APBD dan masyarakat dengan jumlah bervariasi.

“Dananya sangat besar sekali, sebaiknya lakukan audit internal guna menghindari korupsi, masyarakat harus ikut berperan dalam pelaksanaan audit ini,” kata Bramastia, Selasa (22/1)

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Sutojoyo mengaku, persoalan tersebut (RSBI) masih menuggu juklak dan juknis pemerintah pusat dan provinsi. Pihaknya tidak bisa mengambil langkah sendiri.

“Program itu anggarannya harus dilaksanakan tuntas hingga Juni mendatang. Ada audit atau tidak, ya tunggu dulu aturannya.” tandas Sutojoyo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge