0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengemudi Obesitas Beresiko Lebih Besar Meninggal dalam Kecelakaan

Mobil rusak parah gara-gara ban selip, sopirnya pun kejepit, Senin (21/1). (Dok.Timlo.net/ nanin)

Timlo.net — Para pengemudi mobil yang obesitas punya resiko untuk meninggal dalam kecelakaan mobil dibanding pengemudi lain yang berbadan sehat. Sedangkan menurut sebuah penelitian, wanita penderita obesitas yang mengemudi beresiko lebih besar dibanding pria.

Penderita obesitas beresiko 80 persen lebih besar untuk meninggal dalam sebuah kecelakaan daripada para pengemudi lain dengan bobot normal. Dan resiko ini naik dua kali lipat bagi wanita dengan badan berlebih. Hasil kesimpulan ini berasal dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Emergency Medicine Journal.

Dalam penelitian yang dilakukan peneliti Amerika Serikat (AS) ini, mereka berkata bahwa mungkin produsen mobil mau mempertimbangkan hal ini dalam pembuatan peralatan fitur keselamatan. Penelitian ini melihat data dari sekitar 6800 pengemudi yangterlibat dalam 3400 kecelakaan. Di mana 18 persen diklasifikasikan sebagai penderita obesitas, 33 persen kelebihan berat badan dan 46 persen berberat badan normal. Obesitas dalam konteks ini adalah mereka yang memiliki body mass indeks (BMI) sekitar 30 atau lebih.

Salah satu penyebab kenapa penderita obesitas beresiko lebih besar untuk meninggal dalam kecelakaan mobil adalah karena sabuk pengaman tidak bisa dipasang dengan baik pada para penderita obesitas.

Dr Tom Rice, dari Divisi Environmental Sciences, Safe Transportation and Research Center, Universitas California di Berkeley, California mengatakan, ”Mungkin mobil yang ada memang benar-benar didesain untuk melindungi pengemudi dengan berat badan normal. Tapi tidak bisa cukup melindungi mereka yang obesitas atau kelebihan berat badan.”



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge