0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

P3A Colo Timur Tolak Perubahan Jadwal Irigasi

Ketua P3A Colo Timur, Jigong Sarjanto, (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Colo Timur mendesak Perum Jasa Tirta (PJT) 1 untuk tidak merealisasikan rencana mengubah pola pengelolaan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Pasalnya, rencana tersebut diyakini akan membuat sedikitnya 30 ribu hektar lahan petani yang mendapat irigasi dari Colo Barat maupun Colo Timur, akan kekurangan air.

Ketua P3A Colo Timur, Jigong Sarjanto, Selasa (22/1)  mengatakan, ketersediaan air untuk saat ini saja membuat petani masih harus mensiasati agar tidak terjadi kekurangan air. Terlebih jika pola pengelolaan air di Waduk Gajah Mungkur diubah. Lahan pertanian diyakini akan mengalami kekeringan pada musim kemarau yang dimulai Mei.

“Kami minta Perum Jasa Tirta satu tidak membuat kebijakan sendiri. Jika rencana pengubahan pola pengelolaan air tersebut di ubah, kami akan melakukan protes keras. Jelas petani akan bergejolak karena ancaman kurangnya ketersediaan air,” tegas Jigong.

Pihaknya juga menyayangkan langkah yang ditempuh Perum Jasa Tirta untuk mengubah pola pengelolaan air waduk tanpa melibatkan pihak pihak terkait. Menurutnya, PJT harus membahas rencana tersebut bersama Forum Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air (TKPSDA). Karena pola kooperatif harus melalui sidang TKPSDA.

Keputusan Perum Jasa Tirta yang diprotes petani tersebut adalah rencana jadwal pengeluaran air untuk irigasi yang biasanya dilakukan setiap hari, akan diubah menjadi 2 hingga 3 hari sekali.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge