0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nah, Ini Cara Putus Pacaran yang Bermartabat

Hal-hal yang harus dipertimbangkan saat ingin putus. (Dok: Timlo.net/Ranu)

Timlo.net — Saat kamu pertama berpacaran, kamu tergila-gila terhadap si dia. Sekarang kamu tidak merasakan hal yang sama lagi. Dan kamu ingin memutuskan hubungan asmara tersebut.

Bagaimana kamu bisa putus tanpa membuat pacar kita menderita atau membuat dia membenci kamu selamanya?

Berikut beberapa hal yang seharusnya tidak kamu lakukan menurut WebMD.com:

Jangan Putus Lewat SMS/ Status Facebook

Kamu mungkin tergoda untuk mengirim SMS yang menyatakan bahwa kalian putus untuk menghindari pertengkaran dan air mata. Tapi jangan lakukan hal tersebut.

Saat berkaitan dengan putus pacaran, “putus lewat SMS itu menyebalkan,” kata Annie Fox, MEd, pengarang The Teen Survival Guide to Dating and Relating. “Tindakan ini dingin dan sangat tidak sopan,” katanya.

Tapi banyak remaja melakukan itu. Dalam sebuah survei, 30 persen remaja berusia 13 hingga 17 tahun berkata mereka bahwa mereka putus atau dicampakkan dari atau oleh seseorang lewat SMS.

Mengubah status Facebook dari “In a relationship” menjadi “Single” juga bukanlah sebuah cara yang tepat untuk mengatakan bahwa kamu ingin putus dengannya.

Jika kamu melakukannya, “semua orang akan menulis komentar, dan kamu malah melibatkan semua orang ke dalam urusan pribadi,” kata psikolog remaja Jennifer Hartstein, PsyD. Selain itu, jangan mengatakan keinginan itu kepada siapapun sebelum kamu memberitahukan keinginanmu kepada sang pacar.

Cobalah membayangkan seandainya kamu berada di posisi si pacar, bagaimana sikap yang tepat yang kamu inginkan untuk menyampaikan hal ini.

Cara terbaik Untuk Putus

Tanyakan pada diri sendiri kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan tersebut. “Kamu perlu tahu kenapa kamu melakukan hal ini,” kata Fox. “Karena jika seseorang ingin putus darimu, pertanyaan pertama yang kamu ajukan adalah ‘Kenapa? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?’”

Jika  alasannya adalah karena kamu mulai suka orang lain, hal itu tidak masalah. Atau jika perasaanmu kepadanya sudah berubah, hal tersebut juga tidak masalah.

Memang kamu tidak bisa menyalahkan diri sendiri bila kehilangan perasaan cinta. Tapi tetap saja, jangan bersikap kejam. Pastikan kamu memperlakukan sang pacar dengan hormat.

Jika si dia tidak menghormati perasaanmu-atau lebih buruk, menjadi agresif atau penuh kekerasan- kamu punya alasan lebih dari cukup untuk putus.

Katakan Sendiri

Setelah kamu tahu kenapa kamu ingin putus, “Jujurlah dengan diri sendiri. Dan lalu, jujurlah saat kamu berbicara padanya-secara pribadi, muka dengan muka,” kata Fox.

Dan pahamilah bahwa tidak masalah bagaimana kamu berusaha sebaik mungkin untuk menyampaikan hal ini kepadanya, tetap ada kemungkinan perasaannya terluka. Hartstein berkata, “Hal tersebut adalah satu hal yang harus kamu terima. Saat kamu berkata, ‘Aku tidak ingin bersama denganmu lagi,” kamu tahu bahwa kamu akan melukai perasaannya.”

Bersikap Tegas

Setelah kamu yakin dengan perasaanmu dan mengatakan padanya bahwa kamu ingin putus. Bersikaplah tegas sekalipun si dia menangis dan memohon kamu untuk kembali. Fox berkata” Ini bukan negosiasi. Kamu berbicara padanya secara langsung supaya dia tahu kenapa kamu ingin putus.”

Dengarkan baik-baik apa yang ingin dia katakan tentang keputusanmu dan lanjutkan hidup.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge