0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konsumsi Calmlet, Babe Ditangkap

TIga tersangka kasus Narkoba saat menjalani pemeriksan di Mapolresta Solo (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Saat ini semakin banyak terjadi penyalahgunaan obat-obatan anti depresan yang memiliki kandungan psikotropika golongan IV. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah perkara yang ditanganni Satuan Reserse Narkoba Polresta Solo.

“Hal tersebut dapat terjadi di antaranya karena mudahnya para pelaku mendapat resep dari dokter untuk membeli obat-obatan yang dimaksud di apotek,” ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjima’in melalui Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati, Selasa (22/1) siang.

Salah satu di antara sekian banyak kasus, lanjut AKP Sis Raniwati, yakni polisi berhasil menangkap 3 pelaku penyalahgunaan obat-obatan yakni dengan tersangka AF alias Peno (21) warga Banjarsari, DH (32) warga Serengan, dan HS alias Babe (42) warga Banjarsari, Solo. Ketiganya ditangkap terpisah di lokasi berbeda.

“Jumat (11/1) di sebuah rumah di Priyobadan RT 03/RW 04 Sriwedari, Laweyan,  AF alias Peno digeledah ditemukan psikotropika berupa 10 butir Calmlet 2mg dan di dalam tas ditemukan 1 paket shabu. Dari pengakuannya, shabu dibeli seharga Rp 1.300.000 dari UU (DPO) dan 10 butir calmlet dibeli seharga Rp 110.000 dari DH kemudian dari penangkapan ini dikembangkan. Kemudian, Senin (14/1) sekitar pukul 10.30 WIB, DH ditangkap di tempat parkir bagian barat Matahari Singosaren, Kemlayan, Serengan, Solo. Dari pengakuannya, DH mendapatkan pil Calmlet dari HS alias Babe. Kemudian pada hari itu juga sekitar pukul 13.00 WIB, Babe dapat ditangkap di Kemlayan, Serengan, Solo,” terang AKP Sis Raniwati.

Menurutnya, barang bukti yang diamankan yakni, 1 paket shabu, 10 butir pil Calmlet 2mg, 1 buah HP merk Maxtron, sepeda motor Yamaha Yupiter MX Nopol AD 6560 EU, 2 buah HP merk Cross serta 6 butir Calmlet 2mg.

“Para pelaku akan dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 60 ayat (2), (3), (4) dan atau pasal 62 UURI No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika ancaman pidana 1 sampai 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara, salah satu pelaku, Babe mengaku dirinya kecanduan obat penenang jenis Calmlet lantaran dirinya stres dengan masalah keluarga. “Saya stres, Mas. Saat konsultasi ke dokter saya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat itu,” ujar Babe.

Diakui, disamping dikonsumsi sendiri, ia juga menjualnya ke orang lain dengan harga Rp 10 ribu perbutir. Padahal harga di apotek  hanya Rp 5 ribu perbutir.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge