0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab Tumpeng Warnai Peresmian Pasar Nongko

Kirab tumpeng pedagang pasar Nongko menandai pindahnya pedagang dari pasar tradisional (timlo.net - dhefi)

Solo —  Kirab tumpeng pedagang mewarnai peresmian Pasar Nongko, Kecamatan Banjarsari. Diresmikannya Pasar Nongko menandai pindahnya pedagang dari pasar darurat yang terletak di Jl Hasanuddin menuju pasar yang baru saja dibangun.

Pembangunan Pasar Nongko menelan biaya sebesar Rp 6,7 miliar dari anggaran APBD 2012. Bangunan pasar yang terletak antara Jl Hasanuddin dan Jl RM Said tersebut terdiri dari 3 lantai, masing-masing lantai basement, lantai dasar dan lantai 1.

Peresmian pasar dilakukan oleh Walikota Solo Hadi Rudyatmo. Selain meresmikan pasar, Walikota juga menanam pohon Nangka kembar di sisi depan pasar sebagai lambang sejarah keberadaan Pasar Nongko.

“Pembangunan Pasar Nongko sebagai upaya untuk melestarikan keberadaan pasar tradisional. Jadi saya berpesan kepada pedagang agar tradisi-tradisi di pasar tradisional jangan sampai hilang,” kata Rudy, sapaan Walikota kepada wartawan, Selasa (22/1).

Menurutnya, tradisi sopan santun dalam menawarkan barang dagangannya merupakan upaya untuk melestarikan pasar tradisional dari kapitalisasi pasar modern. Dengan upaya tersebut, diharapkan pendapatan pedagang bisa meningkat.

Sementara, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagyo menjelaskan, Pasar Nongko dihuni 252 pedagang, masing-masing 167 pedagang yang menempati lantai dasar, 41 pedagang menempati lantai dasar dan 53 pedagang menempati lantai basement.

Penempatan zona bagi pedagang dilihat dari jenis dagangan yang dijual. Pada lantai 1, diperuntukkan bagi pedagang daging, ikan laut/tawar dan tahu/tempe. Lantai dasar diperuntukkan bagi pedagang gerabah, sembako, pakaian, kelontong, dan sejumlah makanan. Sedangkan pada lantai basement terdiri dari pedagang oprokan dan warung makan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge