0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Warga Madura Carok, 1 Luka Ditebas Golok

Tersangka, Matali, saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Dua warga asal Madura (Jatim), Kamis (10/1) sekitar pukul 18.15 WIB, carok atau berantem menggunakan senjata tajam, di Gondang Wetan RT 01/RW I, Manahan, Banjarsari, Solo. Kasus ini diduga dipicu masalah SMS.

Dari informasi yang dihimpun Timlo.net, kedua pelaku carok, yakni Sadeli (44) dan Matali (43) –warga Madura yang kos di wilayah Gondang Wetan RT 01/RW I, Manahan, Banjarsari, Solo

“Peristiwa berawal dari pihak Sadeli yang diketahui sebagai korban dalam pertengkaran tersebut, mengirimkan SMS kepada istri Matali yakni Sanindri (30). Dalam SMS tersebut, pihak Sadeli mengatakan jika istri Matali telah melakukan perselingkuhan bersama keponakan Sadali yakni Qodar (25) di wilayah Jogja. Dalam SMS tersebuut juga menyebutkan perselingkuhan itu sudah berjalan hampir satu tahun,” ujar Kapolsek Banjarsari Kompol Andhika Bayu Adhitama melalui Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Edi Hartono, Selasa (22/1) pagi.

Ditambahkan, Matali kemudian mendatangi Sadeli untuk berbicara secara baik-baik. Namun bukan hasil damai yang diperoleh. Keduanya justru malah melakukan bentrok di depan rumah kos yang mereka tempati.

“Akibatnya kedua warga Madura yang saat itu sama-sama membawa senjata kemudian berantem. Sadeli mengalami luka pada daun telinganya karena tebasan golok,” jelas AKP Edi Hartono.

Matali yang saat itu sempat ketakutan kemudian pulang ke Preduan, Sumenep, Madura daerah asalnya bersama istri. “Kita kerjasama dengan Polres Sumenep untuk menangkap Matali, Sabtu (12/1) lalu, Matali dapat kita tangkap,” terang AKP Edi.

Polisi mengamankan barang bukti sebilah golok milik Matali yang diduga untuk menebas telinga Sadeli. Untuk mempertanggung jawabkan tindakannya. Matali diganjar pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

Sementara, Matali kepada wartawan mengaku dia tidak berniat melakukan kekerasan. “Niat saya itu baik, Mas. Tapi saat itu Sadeli membawa pahat kayu, dan mencoba melakukan penyerangan kepada saya. Karena takut jika terjadi apa-apa saya juga melawan dengan menggunakan golok yang saat itu berada di lokasi,” terang Matali dengan logat Maduranya, Selasa (22/1) pagi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge