0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Beli Genting Wiroko? Harus Indent 1 Tahun

Perajin Wiroko, Tirtomoyo, Wonogiri sedang menata genting hasil produksinya. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Produksi genting tanah Wiroko, Wonogiri pada musim penghujan ini mengalami penurunan cukup drastis. Di sisi lain, permintaan di pasaran masih saja terhitung tinggi. Lantaran itu, pengrajin menerapkan sistem indent bagi pemesanan genting. Tak tanggung-tanggung. Pemesan mesti rela mendapatkan genting berkualitas baik asal Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo itu minimal dalam jangka waktu satu tahun.

“Iya benar, pemesan mesti indent satu tahun. Itu berlaku bagi genting kualitas super. Penyebabnya adalah menurunnya produksi akibat turunnya hujan. Jadi genting tidak bisa kering secara maksimal,” tutur Heru Sukoco, Anggota Fraksi Golkar DPRD Wonogiri yang juga warga Desa Wiroko, Tirtomoyo.

Heru yang dijumpai di kediamannya, Selasa (22/1) mengemukakan, lantaran tiada panas matahari cukup, produksi bisa berkurang hingga 70 persen. Dan hal ini berlaku bagi seluruh perajin genting di Wiroko. Menurutnya, ada sekitar ratusan jumlah perajin genting di Wiroko.

Salah satu perajin, Suwandi, mengaku penurunan produksiĀ  berlaku merata bagi seluruh perajin genting. Meski demikian tidak lantas membuat mereka menaikkan harga produk. Harga, saat ini masih saja dipertahankan pada kondisi seperti saat kemarau.

“Yang kualitas super harganya Rp 1.700 perlembar, kalau untuk kualitas sedang hanya Rp 900. Tidak kami naikkan, Mas. Sebab malah merusak pasaran, ” terang Suwandi.

Genting Wiroko, menurutnya, dipesan bagi kebutuhan pembangunan dan toko material. Tidak hanya kawasan Soloraya, tetapi sudah menembus Pacitan (Jatim) maupun DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge