0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Putusan Banding PT Tak Berpihak pada Robby Sumampouw

Terdakwa Robby Sumampouw didampingi pengacaranya Heru Notonegoro saat menjalani pemeriksaan dalam sidang di PN Surakarta, Selasa (10/7). (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Robby Sumampouw selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Sosial Surakarta (YBSS) yang kesandung kasus pemalsuan akta autentik yayasan, nampaknya harus menelan pil pahit saat putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Semarang tidak berpihak kepadanya.

Dalam amar putusan majelis hakim PT Semarang yang diketuai Suwardi SH pada Rabu, 12 Desember 2012 juga menetapkan agar terdakwa Robby Sumampouw ditahan.

“Putusan tersebut diterima Panitera Muda Pidana PN Surakarta, pada 11 Januari 2013,” ujar Budhy Hertantiyo SH, Humas PN Surakarta didampingi Sunarto SH selaku Panitera Muda Pidana, kepada wartawan, Senin (21/1) siang.

Budhy mengatakan, dasar putusan banding PT Semarang menguatkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Surakarta karena terdakwa cukup bukti melanggar dakwaan alternatif pertama sesuai pasal 266 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik YBSS.

”Isi putusan banding PT Semarang sama seperti isi putusan majelis hakim PN Surakarta. Hanya ada tambahan putusan banding dari PT Semarang yang menetapkan agar terdakwa ditahan,” jelas Budhy.

Dikonfirmasi tentang hal tersebut, Kajari Solo Ricardo Sitinjak SH MHum mengaku pihaknya telah menerima petikan putusan, namun belum mendapatkan salinan putusan secara lengkap. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah menerima atas putusan banding ataukah akan menempuh upaya hukum yang lebih tinggi.

Sementara, Heru S Notonegoro SH MH selaku penasihat hukum Robby Sumampouw mengaku belum menerima salinan putusan tersebut.

”Nanti kalau sudah kita terima, tentunya akan dipelajari dulu. Apa kita akan menempuh hukum kasasi, kita belum bisa memberikan keterangan, karena belum menerima dan mempelajari salinan putusan banding,” ujarnya saat di konfirmasi wartawan melalui telepon, Senin (21/1) petang.

Seperti diberitakan sebelumnya Robby Sumampouw pemilik Hailai Internasional ini divonis delapan bulan penjara dalam sidang di PN Surakarta, 4 Oktober 2012. Ketika itu Majelis Hakim yang diketuai Herman Hutapea SH MH dalam putusannya menyatakan kalau terdakwa bersalah melanggar pasal 266 ayat (1) KUHP yakni memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Putusan hakim tersebut tidak sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengacu pasal 266 ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang terdakwa menyuruh Ketua Dewan Pengawas, Ari Santoso untuk memberhentikan sementera seluruh pengurus yayasan menggunakan akta palsu. Bahkan terungkap dalam persidangan kalau terdakwa didakwa menyuruh orang lain memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik yayasan yang dibuat Notaris, Ninoek Purnomo SH.

Atas putusan hakim yang dibacakan sekitar pukul 22.00 WIB tersebut, Heru S Notonegoro maka langsung mengajukan banding karena  sidang ini menurutnya penuh dengan rekayasa. “Ini nuansa politis sangat kental. Dasar putusan hakim penuh rekayasa ini makanya kami menyatakan banding,” terang Heru seusai sidang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge