0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Kandang Ayam, Ratusan Warga Geruduk DPRD

Ratusan warga ketika menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Sragen menuntut PT Lestari Farm ditutup. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Ratusan warga dari 3 desa masing –masing Desa Krebet, Dawungan dan Sepat, Kecamatan Masaran menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Sragen, Senin (21/1).

Selain menyampaikan aspirasi ke DPRD Sragen, massa menuntut Pemkab Sragen beserta pihak kecamatan dan desa bersikap tegas menutup kawasan ternak ayam milik PT Lestari Farm.

Desakan itu dilakukan setelah ratusan pekerja di PT Lestari Farm menuntut agar pemerintah kecamatan dan Desa Krebet mencabut keputusan penutupan kawasan peternakan. Para pekerja beralasan bakal kehilangan pekerjaan jika peternakan ditutup. Sedangkan warga yang protes berpendapat keberadaan PT Lestari Farm belum berijin dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Koordinator warga tiga desa, Anggun Jaya, saat menggelar orasi di hadapan kantor DPRD Sragen mengaku frustasi  lantaran pihak Desa dan kecamatan dinilai tidak tegas dalam menyelesaikan polemik yang terjadi antara warga dengan PT Lestari farm.

Ia mengaku, sebelumnya pemilik peternakan dengan pihak kecamatan, desa bersama warga telah melakukan pertemuan dan sepakat kawasan ternak harus ditutup karena tidak memiliki ijin dan menimbulkan pencemaran lingkungan. “Namun persoalan tersebut kembali dibuka. Padahal bukti tanda tangan di atas materai sudah jelas menyatakan peternakan harus tutup,” katanya.

lebih jauh, Anggun menegaskan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Darwin Chewijaya, selaku pemilik PT Lestari Farm juga jelas menyatakan bakal menutup lokasi peternakan dalam waktu dua minggu dimulai sejak tanggal 11 Januari 2013 lalu. “Jika lokasi belum dikosongkan, maka yang bersangkutan bersedia dituntut secara hukum. Atas dasar itu kami harap pemerintah bisa bersikap tegas,” terang Anggun.

Disinggung mengenai masih adanya tuntutan dari para pekerja di PT Lestari Farm yang menginginkan agar lokasi peternakan tetap beroperasi, Ia bersikukuh bahwa warga akan tetap menolak. Pihaknya menyerahkan persoalan itu sepenuhnya kepada pemilik peternakan untuk bertanggungjawab atas nasib para pekerja.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Joko Saptono ketika menemui peserta unjuk rasa berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga dari tiga desa tersebut. Selain bakal mempertemukan perwakilan warga yang menuntut penutupan dan para pekerja, DPRD juga bakal memanggil dinas terkait untuk mengetahui perijinan dan status lahan peternakan.

“Kita belum bisa memastikan harus segera ditutup atau tidak. Yang pasti, semua aspirasi warga akan kita tampung untuk mencari solusi terbaik,” ujar Joko Saptono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge